Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.
(Imam Syafi’i).
“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.
(Abu Bakar As Shiddiq RA).
By LPI nurhikmah | Published | No Comments
Alhamdulillah biidznillah. Enam siswa SDIT dan SMPIT Nur Hikmah Bekasi berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang The 9th Heroes Taekwondo International Taekwondo Championship 2026 di Pattaya, Thailand. Dalam satu arena kompetisi internasional, mereka berhasil membawa pulang 12 medali, terdiri dari 5 emas, 5 perak, dan 2 perunggu. Namun di balik angka-angka tersebut, ada kisah tentang keberanian, latihan, kedisiplinan, doa, dan perjuangan yang tidak selalu terlihat di atas podium.

Prestasi ini menjadi kebanggaan bukan hanya karena para siswa berhasil berdiri di podium internasional, tetapi karena mereka telah berani membawa nama Nur Hikmah dan Indonesia ke arena yang lebih luas. Dari Kyorugi hingga Poomsae, mereka belajar bahwa menjadi juara bukan hanya tentang mengalahkan lawan, tetapi tentang mampu menaklukkan rasa takut, lelah, keraguan, dan keinginan untuk menyerah. Setiap medali menjadi saksi bahwa proses panjang yang dijalani dengan sungguh-sungguh pada akhirnya akan menemukan tempatnya.
Di balik setiap langkah mereka, ada orang tua yang tidak pernah lelah memberikan dukungan. Ada yang mengantar latihan, menunggu pertandingan, menyediakan waktu, tenaga, dan biaya, serta yang paling utama—mengiringi perjalanan anak-anak dengan doa yang tidak pernah putus. Terima kasih kepada seluruh orang tua siswa SDIT dan SMPIT Nur Hikmah yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan ini. Barangkali nama orang tua tidak tertulis di medali, tetapi sesungguhnya setiap medali itu juga membawa nama dan cinta mereka.

Kami juga menyampaikan apresiasi kepada para guru, pelatih, pembina, dan seluruh keluarga besar Nur Hikmah yang terus memberikan ruang bagi anak-anak untuk bertumbuh dan menemukan potensi terbaiknya. Sebab pendidikan bukan hanya tentang apa yang anak-anak pelajari di dalam kelas, tetapi juga tentang bagaimana mereka belajar berani, disiplin, sportif, tangguh, dan bertanggung jawab ketika berada di luar kelas. Pattaya hari ini bukanlah garis akhir, melainkan salah satu titik dalam perjalanan panjang mereka menuju masa depan.

Semoga Allah SWT menjadikan prestasi Salman, Maryam, Mikaila, Faeyza, Rais, dan Azfar sebagai wasilah kebaikan dan kebermanfaatan. Semoga setiap medali menumbuhkan rasa syukur, bukan kesombongan; menambah semangat, bukan kepuasan; dan menjadi inspirasi bagi anak-anak Nur Hikmah lainnya untuk berani bermimpi lebih tinggi. Dari Bekasi mereka berangkat, di Pattaya mereka mengukir cerita, dan insyaAllah suatu hari nanti mereka akan membawa kebaikan yang jauh lebih besar untuk Indonesia.
Total: 6 siswa — 12 medali 🏆
🥇 5 Emas | 🥈 5 Perak | 🥉 2 Perunggu