Skip to content
Ilmu Itu lebih baik dari kekayaan, karena kekayaan itu harus dijaga, sedangkan ilmu itu menjaga kamu.

(Ali Bin Abi Thalib).

Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

(Imam Syafi’i).

Suatu pengetahuan (ilmu) jika tidak manfaat untukmu, maka tidak akan membahayakanmu.

(Umar Bin Khathab).

“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.

(Abu Bakar As Shiddiq RA).

Mengetuk Pintu Langit, Nur Hikmah Gelar Sholat Istisqa untuk Memohon Turunnya Hujan

By | Published | No Comments

Bekasi, 18 September 2026 — Yayasan Wakaf Nur Hikmah Bekasi menggelar Sholat Istisqa pada Jumat, 18 September 2026, pukul 07.30–08.15 WIB, bertempat di lapangan SMP dan SMAIT Nur Hikmah. Kegiatan ini diikuti oleh dewan guru dan pegawai, siswa SMPIT dan SMAIT Nur Hikmah, serta siswa kelas VI SDIT Nur Hikmah. Bertindak sebagai MC adalah Muhammad Zahid Ibrohim, siswa SMAIT Nur Hikmah, imam sholat Ustadz Zidan Malik, S.Pd., dan khatib Ustadz Marzuki, M.Pd.

Pelaksanaan Sholat Istisqa menjadi ikhtiar spiritual keluarga besar Nur Hikmah untuk memohon pertolongan dan rahmat Allah SWT di tengah kondisi cuaca yang kering dan minimnya curah hujan. Dalam khutbahnya, Ustadz Marzuki mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak istighfar, melakukan introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, serta memperbanyak amal kebaikan dan infak. Pesan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Nuh ayat 10–11: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.”

Ketua Yayasan Wakaf Nur Hikmah Bekasi, Mahmud Anis Baswedan, menyampaikan bahwa Sholat Istisqa bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menyadari keterbatasan manusia dan pentingnya kembali memohon pertolongan kepada Allah SWT. “Ketika ikhtiar manusia menemui batasnya, ada pintu langit yang harus kita ketuk. Kita memohon kepada Allah agar diturunkan hujan yang membawa keberkahan, sekaligus memohon ampun atas segala kekurangan dan kesalahan kita,” ujarnya. Menurutnya, doa, istighfar, sedekah, dan memperbaiki diri merupakan bagian dari ikhtiar yang perlu terus dilakukan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pendidikan karakter di Nur Hikmah. Para siswa diajak untuk memahami bahwa menghadapi persoalan kehidupan tidak hanya membutuhkan ikhtiar lahiriah, tetapi juga doa, tawakal, kepedulian, dan kesediaan untuk melakukan introspeksi. Ajakan untuk menyiapkan infak terbaik juga menjadi bagian dari momentum tersebut, sebagai wujud kepedulian dan amal nyata.

Melalui Sholat Istisqa ini, keluarga besar Nur Hikmah berharap Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat. Lebih dari sekadar memohon turunnya air dari langit, kegiatan ini menjadi pengingat untuk menundukkan hati, memperbanyak istighfar, memperbaiki diri, dan kembali mengetuk pintu langit dengan penuh harap kepada Allah SWT.