Skip to content
Ilmu Itu lebih baik dari kekayaan, karena kekayaan itu harus dijaga, sedangkan ilmu itu menjaga kamu.

(Ali Bin Abi Thalib).

Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

(Imam Syafi’i).

Suatu pengetahuan (ilmu) jika tidak manfaat untukmu, maka tidak akan membahayakanmu.

(Umar Bin Khathab).

“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.

(Abu Bakar As Shiddiq RA).

Perkuat Kualitas Pembelajaran Al-Qur’an, Yayasan Wakaf Nur Hikmah Gelar Supervisi dan Refresh Metodologi Guru Al-Qur’an

By | Published | No Comments

Bekasi, 14 Agustus 2026 — Yayasan Wakaf Nur Hikmah Bekasi terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di seluruh satuan pendidikan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Supervisi, Refresh Metodologi, dan Pembinaan Guru Al-Qur’an Metode Ummi yang dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026 untuk jenjang TK dan SMP, serta Jumat, 14 Agustus 2026 untuk jenjang SD dan SMA.

Kegiatan ini menghadirkan Trainer Ummi dari Surabaya, Ustadz Ahmad Yusuf, M.Si., serta melibatkan Ummi Daerah Kota Bekasi. Kegiatan dirancang tidak sekadar sebagai evaluasi, tetapi juga menjadi ruang penyegaran metodologi, penguatan kompetensi, dan pembinaan guru agar pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan Yayasan Wakaf Nur Hikmah semakin terjaga kualitasnya.

Melalui supervisi, para guru mendapatkan penguatan kembali terhadap penerapan metodologi Ummi, sekaligus melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran yang selama ini berlangsung di kelas. Dengan demikian, guru diharapkan tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu menghadirkan proses pembelajaran Al-Qur’an yang efektif, terukur, menyenangkan, dan sesuai dengan standar Metode Ummi.

Ustadz Ahmad Yusuf, M.Si. menekankan bahwa kualitas pembelajaran Al-Qur’an sangat bergantung pada kualitas gurunya. Karena itu, guru perlu terus melakukan penyegaran dan peningkatan kompetensi.

“Pembelajaran Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan kemampuan membaca. Guru harus terus memperbaiki metodologi, menjaga kualitas bacaan, dan memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai standar. Refresh metodologi seperti ini penting agar guru tidak berhenti belajar dan terus memberikan pembelajaran terbaik kepada para siswa.”

Sementara itu, Ustadz Muhammad Asrori, selaku Manajer Diniyah Yayasan Wakaf Nur Hikmah Bekasi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar yayasan untuk menjaga mutu pembelajaran Al-Qur’an secara berkelanjutan.

“Kami ingin pembelajaran Al-Qur’an di Nur Hikmah bukan sekadar menjadi program, tetapi benar-benar menjadi budaya yang hidup di setiap satuan pendidikan. Karena itu, guru perlu terus dibina, disupervisi, dan disegarkan kembali metodologinya. Harapannya, kualitas guru semakin baik dan berdampak langsung pada kualitas bacaan serta kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an.”

Kegiatan supervisi dan refresh metodologi ini sekaligus menjadi momentum untuk menyamakan persepsi dan standar pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan KB/TK Islam, SDIT, SMPIT, dan SMAIT Nur Hikmah Bekasi.

Yayasan Wakaf Nur Hikmah berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan ini mampu melahirkan guru-guru Al-Qur’an yang semakin kompeten, konsisten, dan inspiratif, sehingga setiap peserta didik mendapatkan pengalaman belajar Al-Qur’an yang berkualitas.

Karena membangun generasi Qur’ani dimulai dari menghadirkan guru yang terus belajar, terus memperbaiki diri, dan terus menjaga kualitas pengajarannya