Skip to content
Ilmu Itu lebih baik dari kekayaan, karena kekayaan itu harus dijaga, sedangkan ilmu itu menjaga kamu.

(Ali Bin Abi Thalib).

Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

(Imam Syafi’i).

Suatu pengetahuan (ilmu) jika tidak manfaat untukmu, maka tidak akan membahayakanmu.

(Umar Bin Khathab).

“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.

(Abu Bakar As Shiddiq RA).

Menjemput Bahagia Dunia dan Akhirat: Kajian Ruhiyah Dewan Guru dan Pegawai Nur Hikmah

By | Published | No Comments

Bekasi, 29 Agustus 2026 — Yayasan Wakaf Nur Hikmah Bekasi kembali menguatkan ruhiyah para dewan guru dan pegawai melalui kajian bertajuk “Bahagia Dunia dan Akhirat” yang disampaikan oleh Ustadz Farid Ahmad Okbah, M.A., pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Kajian ini menjadi ruang bagi seluruh peserta untuk sejenak berhenti dari rutinitas, melakukan refleksi, dan kembali mengingat tujuan utama kehidupan. Kebahagiaan, sebagaimana ditekankan dalam kajian, tidak semata-mata diukur dari banyaknya harta, jabatan, kenyamanan, atau keberhasilan duniawi, tetapi dari sejauh mana kehidupan dijalani dalam ketaatan kepada Allah SWT dan berorientasi pada keselamatan di akhirat.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Farid Ahmad Okbah mengajak para guru dan pegawai untuk memahami bahwa dunia bukan tujuan akhir, melainkan tempat menanam bekal menuju kehidupan yang kekal. Kebahagiaan dunia dan akhirat harus dibangun secara seimbang melalui iman yang kokoh, amal saleh, keikhlasan, serta kesungguhan menjalankan amanah. Bagi seorang pendidik, kebahagiaan juga memiliki dimensi yang lebih luas: ketika ilmu yang diberikan menjadi manfaat, ketika keteladanan membentuk karakter peserta didik, dan ketika pekerjaan yang dilakukan menjadi bagian dari amal yang diterima Allah SWT. Dengan demikian, bekerja di lembaga pendidikan bukan hanya aktivitas profesional, tetapi juga kesempatan untuk memperpanjang jejak kebaikan.

Manajer Diniyah Yayasan Wakaf Nur Hikmah, Ustadz Muhammad Asrori, S.Pd., menyampaikan bahwa kajian tersebut menjadi momentum penting untuk menjaga keseimbangan antara profesionalitas dan kekuatan spiritual para guru dan pegawai. “Kita ingin seluruh guru dan pegawai tidak hanya hadir untuk menyelesaikan pekerjaan, tetapi hadir dengan kesadaran bahwa setiap amanah yang dijalankan dapat bernilai ibadah. Ketika pekerjaan diniatkan karena Allah dan dilakukan dengan ihsan, insyaallah bukan hanya lembaga yang mendapatkan manfaat, tetapi diri kita juga sedang menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat,” ungkapnya. Kajian ini diharapkan menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati bukan sekadar tentang memiliki kehidupan yang baik, tetapi tentang bagaimana kehidupan yang baik itu membawa kita semakin dekat kepada Allah dan berakhir dengan husnul khatimah.