Skip to content
Ilmu Itu lebih baik dari kekayaan, karena kekayaan itu harus dijaga, sedangkan ilmu itu menjaga kamu.

(Ali Bin Abi Thalib).

Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

(Imam Syafi’i).

Suatu pengetahuan (ilmu) jika tidak manfaat untukmu, maka tidak akan membahayakanmu.

(Umar Bin Khathab).

“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.

(Abu Bakar As Shiddiq RA).

Menempa Jiwa Pemimpin di Puncak Bogor: Kisah Leader Camp SDIT Nur Hikmah

By | Published | No Comments

Puncak, Bogor — SDIT Nur Hikmah kembali menghadirkan kegiatan pembinaan karakter melalui Leader Camp yang dilaksanakan pada Kamis–Jumat, 27–28 Agustus 2026, bertempat di kawasan Puncak, Bogor. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran yang menghadirkan pengalaman langsung bagi peserta untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.

Leader Camp tidak hanya memberikan materi secara konseptual, tetapi juga mengajak peserta belajar melalui berbagai aktivitas yang menuntut keberanian mengambil keputusan, membangun komunikasi, menaati aturan, serta menyelesaikan tantangan secara bersama-sama. Salah satu sesi utama diisi oleh Ustadz Ahmad Alam dari Sahabat Shubuh yang menyampaikan materi tentang kepemimpinan dan teamwork. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami bahwa seorang pemimpin bukan hanya tentang kemampuan memberikan arahan, tetapi juga tentang keteladanan, tanggung jawab, kemampuan mendengarkan, serta kesediaan bekerja bersama untuk mencapai tujuan.

Selain pembinaan kepemimpinan, aspek kedisiplinan menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Peserta mendapatkan pendampingan dari tiga orang anggota TNI yang turut memberikan pembinaan melalui berbagai aktivitas kedisiplinan dan pembentukan karakter. Kehadiran para pendamping dari TNI memberikan pengalaman tersendiri bagi peserta. Mereka belajar bahwa kedisiplinan bukan sekadar menaati aturan, tetapi merupakan kebiasaan yang membentuk pribadi yang kuat, bertanggung jawab, dan mampu mengendalikan diri.

Membentuk Pemimpin Sejak Dini

Kepala SDIT Nur Hikmah, Ustadz Muhammad Muriyanto, S.H., Gr., menyampaikan bahwa Leader Camp menjadi salah satu ikhtiar sekolah dalam menyiapkan peserta didik agar memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang bagaimana anak-anak menjadi pemimpin, tetapi bagaimana mereka belajar bertanggung jawab, disiplin, mampu bekerja sama, dan memiliki keberanian untuk mengambil peran. Kami berharap pengalaman selama Leader Camp menjadi bekal yang mereka bawa kembali ke sekolah dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.”

Menurut beliau, pendidikan kepemimpinan perlu diberikan sejak dini melalui pengalaman nyata. Anak-anak tidak cukup hanya mengetahui teori tentang kepemimpinan, tetapi perlu diberi kesempatan untuk mengalami, mempraktikkan, dan merefleksikan nilai-nilai tersebut.

Leader Camp menjadi bagian dari proses tersebut. Di alam terbuka dan dalam suasana yang berbeda dari rutinitas pembelajaran di kelas, peserta belajar bahwa setiap individu memiliki peran dalam sebuah tim. Keberhasilan sebuah kelompok tidak hanya ditentukan oleh satu orang, tetapi oleh kemampuan seluruh anggota untuk saling mendukung dan bergerak menuju tujuan yang sama.

Belajar Memimpin, Belajar Dipimpin

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian aktivitas yang menggabungkan unsur kepemimpinan, teamwork, kedisiplinan, kemandirian, dan kebersamaan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjadi pemimpin berarti siap memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain.

Kegiatan Leader Camp ditutup setelah peserta melaksanakan salat Jumat. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, peserta kemudian kembali menuju sekolah SDIT Nur Hikmah. Dari Puncak Bogor, para peserta tidak hanya membawa pengalaman mengikuti sebuah kegiatan. Mereka diharapkan pulang dengan membawa pelajaran yang lebih penting: tentang disiplin, keberanian, tanggung jawab, persahabatan, dan arti menjadi seorang pemimpin.

Sebab, pemimpin masa depan tidak lahir hanya dari ruang kelas. Ia ditempa dari pengalaman, tantangan, keteladanan, dan kebiasaan untuk bertanggung jawab atas setiap pilihan yang diambil.