Skip to content
Ilmu Itu lebih baik dari kekayaan, karena kekayaan itu harus dijaga, sedangkan ilmu itu menjaga kamu.

(Ali Bin Abi Thalib).

Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

(Imam Syafi’i).

Suatu pengetahuan (ilmu) jika tidak manfaat untukmu, maka tidak akan membahayakanmu.

(Umar Bin Khathab).

“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.

(Abu Bakar As Shiddiq RA).

Menguatkan Langkah, Menyatukan Hati: Employee Engagement 2026 Yayasan Wakaf Nur Hikmah Siapkan Generasi Masa Depan

By | Published | No Comments

Bekasi, 8 Agustus 2026 — Yayasan Wakaf Nur Hikmah Bekasi menggelar Employee Engagement 2026 sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan, menyatukan visi, dan menumbuhkan kembali semangat pengabdian seluruh guru dan karyawan. Mengusung tema “Inspiring Faith. Empowering Minds. Shaping the Future” dengan semangat “Meneguhkan Langkah, Melahirkan Generasi Berakhlak, Mandiri dan Berprestasi”, kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Aula Lantai 1 Nur Hikmah Bekasi. Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Ahmad Fais, S.Si., M.Pd., Kepala Sekolah SMA Al Hikmah IIBS Batu, sebagai pembicara.

Salah satu refleksi penting yang menjadi ruh dalam pembahasan adalah tentang keberanian memiliki visi besar ketika berdoa kepada Allah. Al-Qur’an mengabadikan doa Nabi Sulaiman عليه السلام ketika beliau memohon kepada Allah: “Rabbi ighfir lī wa hab lī mulkan lā yanbaghī li’aḥadin min ba‘dī, innaka antal-Wahhāb”“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (QS. Shad [38]: 35). Nabi Sulaiman tidak meminta dengan ukuran kecil, sebab beliau mengetahui bahwa dirinya sedang meminta kepada Allah Yang Mahakuasa, Al-Wahhab, Dzat Yang Maha Pemberi. Dari doa ini terdapat pelajaran penting bagi insan pendidikan: jangan takut memiliki cita-cita besar dan visi yang jauh ke depan ketika ikhtiar itu diarahkan untuk kebaikan. Semangat tersebut kemudian diterjemahkan dalam tema Inspiring Faith—menguatkan iman sebagai fondasi, Empowering Minds—terus meningkatkan kapasitas dan kualitas diri, serta Shaping the Future—menyadari bahwa setiap pekerjaan hari ini memiliki peran dalam membentuk generasi masa depan.

Ketua Yayasan Wakaf Nur Hikmah Bekasi, Mahmud Anis Baswedan, menyampaikan bahwa kekuatan sebuah lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sistem, program, maupun fasilitas, tetapi terutama oleh manusia yang menjalankan amanah di dalamnya. “Employee Engagement ini menjadi momentum bagi kita untuk kembali menyatukan hati dan langkah. Kita ingin seluruh keluarga besar Nur Hikmah menyadari bahwa setiap pekerjaan yang kita lakukan memiliki kontribusi terhadap lahirnya generasi masa depan. Karena itu, mari kita bekerja dengan iman, meningkatkan kompetensi dengan kesungguhan, dan memberikan keteladanan dengan keikhlasan. Ketika faith kita kuat, minds kita terus bertumbuh, insyaAllah kita mampu bersama-sama shaping the future,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, Yayasan Wakaf Nur Hikmah berharap tumbuh energi baru, kolaborasi yang semakin kuat, serta keberanian untuk membawa lembaga menuju visi yang lebih besar—meneguhkan langkah, melahirkan generasi yang berakhlak, mandiri, dan berprestasi.

Employee Engagement 2026 pada akhirnya bukan sekadar agenda kebersamaan, melainkan sebuah ajakan untuk kembali bertanya: seberapa besar visi yang kita miliki untuk amanah yang sedang kita jalankan? Sebagaimana Nabi Sulaiman berani meminta kerajaan besar kepada Allah karena yakin kepada kebesaran-Nya, keluarga besar Nur Hikmah pun diajak untuk berani membangun mimpi besar, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah. Karena ketika iman menjadi sumber inspirasi, kapasitas terus diberdayakan, dan visi masa depan dibangun bersama, maka sebuah lembaga pendidikan tidak hanya sedang menjalankan hari ini—tetapi sedang menyiapkan masa depan.