Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.
(Imam Syafi’i).
“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.
(Abu Bakar As Shiddiq RA).
By LPI nurhikmah | Published | No Comments
Bekasi — Dalam upaya menjaga kualitas bacaan Al-Qur’an para siswa, SMAIT Nur Hikmah Bekasi menggelar kegiatan pendampingan tahsin pada 23 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menjelang pelaksanaan munaqosyah menggunakan metode yang dikembangkan oleh UMMI Foundation. Pendampingan tersebut difokuskan untuk memastikan para siswa memiliki kualitas bacaan Al-Qur’an yang baik, sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam metode UMMI.

Pendampingan tahsin ini dilaksanakan secara intensif dengan bimbingan langsung dari para pendamping Al-Qur’an sekolah. Para siswa tidak hanya memperbaiki makhraj dan tajwid, tetapi juga dilatih untuk memahami metode pengajaran Al-Qur’an dengan pendekatan UMMI. Hal ini menjadi penting karena salah satu standar mutu lulusan SMAIT Nur Hikmah Bekasi adalah mampu membaca Al-Qur’an dengan baik sekaligus memiliki kemampuan dasar untuk menjadi pengajar Al-Qur’an dengan metode UMMI.

Pendamping Al-Qur’an SMAIT Nur Hikmah Bekasi, Nahar, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas lulusan sekolah. “Pendampingan tahsin ini bukan sekadar persiapan menghadapi munaqosyah, tetapi juga bagian dari upaya memastikan bahwa para siswa memiliki bacaan Al-Qur’an yang benar dan layak untuk diajarkan kepada orang lain. Harapannya, lulusan SMAIT Nur Hikmah tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga siap menjadi penyambung dakwah Al-Qur’an di tengah masyarakat,” ungkapnya.