Skip to content
Ilmu Itu lebih baik dari kekayaan, karena kekayaan itu harus dijaga, sedangkan ilmu itu menjaga kamu.

(Ali Bin Abi Thalib).

Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

(Imam Syafi’i).

Suatu pengetahuan (ilmu) jika tidak manfaat untukmu, maka tidak akan membahayakanmu.

(Umar Bin Khathab).

“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.

(Abu Bakar As Shiddiq RA).

Dari Bangku SMA ke Mimbar Al-Qur’an: Lulusan SMAIT Nur Hikmah Resmi Dikukuhkan Menjadi Guru Qur’an Metode Ummi

By | Published | No Comments

Suasana haru dan kebanggaan menyatu dalam rangkaian Wisuda Kelulusan SMAIT Nur Hikmah yang digelar pada 10 Mei 2026 di Hotel Amarossa Bekasi. Dalam momentum tersebut, untuk pertama kalinya dilakukan pengukuhan Guru Al-Qur’an Metode Ummi bagi para lulusan. Pengukuhan perdana ini menjadi momen bersejarah, karena menandai lahirnya generasi muda yang tidak hanya menyelesaikan pendidikan sekolah menengah, tetapi juga siap mengajarkan Al-Qur’an kepada masyarakat dengan pendekatan pembelajaran yang sistematis melalui metode Ummi.

Pengukuhan ini secara resmi dipimpin oleh Ahmad Yusuf, MS. M.Pd., selaku Direktur Program dan Penjamin Mutu UMMI Foundation. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas keseriusan SMAIT Nur Hikmah dalam menyiapkan generasi pengajar Al-Qur’an sejak usia muda. Ia menegaskan bahwa metode Ummi bukan hanya soal teknik membaca, tetapi juga membangun kecintaan kepada Al-Qur’an. “Hari ini kita tidak sekadar melantik lulusan, tetapi meneguhkan amanah. Mereka adalah generasi yang diharapkan mampu membawa Al-Qur’an hadir di tengah masyarakat dengan bacaan yang tartil, metode yang benar, dan akhlak yang baik,” ungkapnya.

Keistimewaan pelantikan ini semakin terasa ketika para peserta menampilkan microteaching di hadapan para orang tua. Dalam sesi tersebut, para lulusan mempraktikkan secara langsung bagaimana metode Ummi diajarkan kepada santri. Orang tua yang hadir dapat menyaksikan sendiri bagaimana anak-anak mereka kini telah mampu mengajarkan Al-Qur’an dengan pendekatan yang terstruktur, sabar, dan komunikatif. Momen ini menjadi bukti bahwa proses pembinaan yang panjang akhirnya melahirkan kompetensi nyata.

Salah satu peserta pelantikan, Muhammad Sajid Muzakki, menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut. Ia mengaku bangga bisa menjadi bagian dari angkatan pertama guru Al-Qur’an metode Ummi di SMAIT Nur Hikmah. “Ini bukan hanya kelulusan bagi kami, tetapi juga awal pengabdian. Kami ingin membawa ilmu ini ke masyarakat, agar semakin banyak orang yang bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar,” tuturnya penuh semangat.

Sementara itu, Ketua Yayasan Wakaf Nur Hikmah, M. Anis Baswedan, dalam sambutannya menekankan bahwa pengukuhan ini adalah investasi peradaban. Menurutnya, melahirkan generasi yang mampu mengajarkan Al-Qur’an adalah langkah besar bagi masa depan umat. Ia berharap para lulusan tidak berhenti pada seremoni pelantikan, tetapi terus menjaga amanah untuk menebarkan cahaya Al-Qur’an di tengah masyarakat. “Hari ini kita menyaksikan bukan hanya wisuda, tetapi lahirnya para pengajar Al-Qur’an muda yang insyaAllah akan menjadi mata air kebaikan di mana pun mereka berada,” ujarnya.

Dengan pengukuhan angkatan perdana ini, SMAIT Nur Hikmah menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan akademis, tetapi juga melahirkan generasi pengajar Al-Qur’an yang siap mengabdi kepada umat. Sebuah langkah kecil di sebuah aula pertemuan, namun dengan harapan besar: agar ayat-ayat suci terus hidup, diajarkan, dan diwariskan dari generasi ke generasi.