Bekasi — Kabar membanggakan kembali hadir dari keluarga besar . Salah satu siswa terbaik , Muhammad Muadz Muwafiq, berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an saat masih duduk di bangku kelas VIII.
Pencapaian ini bukanlah proses yang instan. Sejak menempuh pendidikan di jenjang TK dan SD di lingkungan Nur Hikmah, Muadz memang telah diarahkan untuk memiliki fokus kuat terhadap Al-Qur’an. Dengan dukungan penuh orang tua, pembinaan sekolah, serta pendampingan para guru tahfizh, perjalanan panjang itu akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan.
Keberhasilan Muadz menjadi bukti bahwa kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan guru mampu melahirkan generasi Qur’ani yang kuat secara karakter maupun spiritual.

Manager Diniyah menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut.
“Kami memandang keberhasilan Muadz bukan hanya keberhasilan pribadi seorang anak, tetapi keberhasilan ekosistem pendidikan. Ketika orang tua memiliki visi yang sama dengan sekolah, lalu guru membersamai dengan kesabaran dan doa, maka lahirlah hasil yang luar biasa. Muadz adalah gambaran bahwa pendidikan Al-Qur’an yang dikawal sejak dini akan menghasilkan buah terbaik pada waktunya.”
Sementara itu, Ketua turut memberikan pesan penuh haru dan harapan.
“Di tengah zaman yang penuh distraksi, hadirnya anak-anak penjaga Al-Qur’an menjadi cahaya harapan bagi umat. Kami bersyukur Muadz tumbuh di lingkungan yang mencintai Al-Qur’an. Ini juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa investasi terbesar orang tua bukan hanya akademik, tetapi bagaimana anak dekat dengan Kalamullah. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa Nur Hikmah.”
Orang tua Muadz juga mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang yang telah dilalui putranya.
“Sejak kecil memang kami dan sekolah sepakat untuk menguatkan Muadz di jalur Al-Qur’an. Tentu ada masa lelah, ada masa turun semangat, tetapi kami bersyukur para guru terus membersamai dengan sabar. Kami merasa ini bukan hasil kerja kami sendiri, tetapi hasil doa dan kolaborasi banyak pihak.”
Di sisi lain, Muadz mengaku bersyukur dapat menyelesaikan hafalan 30 juz di usia muda. Ia juga menyampaikan pesan sederhana kepada teman-temannya.
“Awalnya memang terasa berat, apalagi menjaga konsistensi murajaah. Tapi saya selalu diingatkan orang tua dan guru untuk terus dekat dengan Al-Qur’an. Saya berharap teman-teman juga semangat, karena ternyata kalau dijalani sedikit demi sedikit, Allah akan mudahkan.”
Prestasi Muhammad Muadz Muwafiq menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Nur Hikmah. Lebih dari sekadar capaian hafalan, keberhasilan ini menjadi simbol bahwa pendidikan berbasis nilai dan kolaborasi yang kuat mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga dekat dengan Al-Qur’an.
