Skip to content
Ilmu Itu lebih baik dari kekayaan, karena kekayaan itu harus dijaga, sedangkan ilmu itu menjaga kamu.

(Ali Bin Abi Thalib).

Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

(Imam Syafi’i).

Suatu pengetahuan (ilmu) jika tidak manfaat untukmu, maka tidak akan membahayakanmu.

(Umar Bin Khathab).

“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.

(Abu Bakar As Shiddiq RA).

Menumbuhkan Literasi : Siswa SMPIT Nur Hikmah Gelar Bedah Buku dibudaya pagi

By | Published | No Comments

Bekasi — Budaya literasi terus tumbuh kuat di lingkungan SMPIT Nur Hikmah Bekasi. Pada Selasa, 14 April 2026, sekolah ini menggelar kegiatan bedah buku sebagai bagian dari program literasi pagi yang telah menjadi tradisi pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan dengan konsep menarik, yakni pembahasan buku berdasarkan pengelompokan gender. Para siswi mengikuti bedah buku di aula utama lantai 3, sementara para siswa ikhwan melaksanakannya di ruang perpustakaan sekolah.

Yang membuat kegiatan ini semakin istimewa adalah buku yang dibedah merupakan karya tulis para siswa sendiri. Para pelajar tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga penulis sekaligus pengulas atas gagasan yang mereka tuangkan dalam bentuk buku. Suasana diskusi berlangsung hidup; para siswa saling memberikan tanggapan, kritik, serta apresiasi terhadap karya teman-temannya. Proses ini menjadi pengalaman belajar yang berharga, karena siswa dilatih untuk berpikir kritis, menyampaikan ide, dan menghargai proses kreatif dalam dunia literasi.

Kepala sekolah Hariyanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk membangun budaya literasi yang kuat di kalangan siswa. “Literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi juga tentang keberanian berpikir, menulis, dan menyampaikan gagasan. Ketika siswa mampu menulis buku lalu mendiskusikannya bersama teman-temannya, itu menunjukkan bahwa budaya literasi sedang tumbuh dengan sehat. Kami berharap dari kebiasaan kecil ini akan lahir generasi yang gemar membaca, berani menulis, dan mampu menyampaikan ide-ide besar untuk masa depan,” ungkapnya.