Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.
(Imam Syafi’i).
“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.
(Abu Bakar As Shiddiq RA).
By LPI nurhikmah | Published | No Comments
SMPIT Nur Hikmah Kota Bekasi sukses menyelenggarakan kegiatan Qur’an Camp bagi siswa kelas VII semester 2 pada tanggal 26–30 Januari 2026 di Villa Citeko, kawasan Puncak, Bogor. Kegiatan ini dirancang sebagai program pembinaan ruhani dan karakter siswa melalui penguatan interaksi dengan Al-Qur’an, ibadah berjamaah, serta pembiasaan hidup disiplin tanpa gawai selama lima hari penuh.

Dalam sambutannya saat pembukaan kegiatan, Kepala SMPIT Nur Hikmah, Ustadz Hariyanto, S.Pd. Gr., menegaskan bahwa Qur’an Camp bukan sekadar kegiatan luar kelas, tetapi bagian dari proses pembentukan jiwa Qur’ani pada peserta didik. “Kami ingin anak-anak merasakan hidup yang dekat dengan Al-Qur’an, merasakan nikmatnya ibadah berjamaah, dan belajar fokus tanpa distraksi gawai. Ini adalah latihan karakter yang sangat penting di usia mereka,” ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah bidang Diniyah, Ustadz Marzuki, M.Pd., menjelaskan bahwa agenda utama Qur’an Camp meliputi murajaah hafalan, penambahan hafalan baru, shalat berjamaah, qiyamul lail (tahajud), kajian ruhani, serta aktivitas olahraga dan kebersamaan. “Kami ingin keseimbangan antara ruhani dan jasmani. Anak-anak belajar disiplin ibadah, sekaligus tetap aktif dan sehat secara fisik,” tuturnya.

Salah satu siswa peserta Qur’an Camp mengungkapkan kesan mendalam mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa awalnya merasa khawatir tidak membawa ponsel selama lima hari, namun justru merasakan ketenangan dan kebersamaan yang lebih kuat dengan teman-teman. “Saya jadi lebih fokus hafalan, lebih khusyuk shalat, dan merasa waktu berjalan cepat karena kegiatannya seru dan bermakna,” ungkapnya.

Ketua Komite SMPIT Nur Hikmah, Ibu Tina Agustin turut mengapresiasi pelaksanaan Qur’an Camp ini. Menurutnya, kegiatan tanpa gawai menjadi bukti bahwa anak-anak mampu beradaptasi dan menikmati pembelajaran ruhani secara mendalam. “Ini program luar biasa. Anak-anak ternyata bisa lepas dari HP, dan justru mendapatkan pengalaman spiritual yang tidak tergantikan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus menjadi tradisi di SMPIT Nur Hikmah,” ujarnya.