Skip to content
Ilmu Itu lebih baik dari kekayaan, karena kekayaan itu harus dijaga, sedangkan ilmu itu menjaga kamu.

(Ali Bin Abi Thalib).

Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

(Imam Syafi’i).

Suatu pengetahuan (ilmu) jika tidak manfaat untukmu, maka tidak akan membahayakanmu.

(Umar Bin Khathab).

“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.

(Abu Bakar As Shiddiq RA).

Demokrasi dari Sekolah, Kepemimpinan untuk Masa Depan: Aidan–Rizka dan Zahid–Nadifah Terpilih Pimpin OSIS Nur Hikmah

By | Published | No Comments

Oktober menjadi bulan istimewa bagi keluarga besar SMPIT dan SMAIT Nur Hikmah Bekasi. Dalam semangat demokrasi dan pendidikan kepemimpinan, kedua satuan pendidikan menyelenggarakan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026/2027. Pemilos SMPIT Nur Hikmah berlangsung pada 6 Oktober 2026, disusul pemilihan di SMAIT Nur Hikmah pada 16 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang memilih pemimpin, tetapi juga ruang pembelajaran bagi siswa untuk mengenal proses demokrasi, menyampaikan gagasan, serta menentukan arah organisasi melalui pilihan yang bertanggung jawab.

Antusiasme siswa mewarnai seluruh tahapan pemilihan, mulai dari proses seleksi kandidat, pengenalan visi dan misi, hingga debat kandidat sebagai acara puncak yang dinantikan. Melalui forum debat, para calon pemimpin OSIS mendapat kesempatan untuk menyampaikan gagasan, menjawab pertanyaan, dan menunjukkan kesiapan mereka dalam mengemban amanah. Setelah melalui proses pemilihan, Aidan dan Rizka terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPIT Nur Hikmah periode 2026/2027. Sementara itu, di SMAIT Nur Hikmah, Muhammad Zahid Ibrahim dan Nadifah memperoleh kepercayaan siswa untuk memimpin OSIS sebagai ketua dan wakil ketua.

Kepala SMPIT Nur Hikmah, Hariyanto, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa Pemilos merupakan bagian penting dari pendidikan karakter dan kepemimpinan siswa. “Kami berharap proses ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk belajar tentang tanggung jawab, menghargai perbedaan pilihan, serta menerima hasil demokrasi dengan sikap dewasa. Menjadi pemimpin bukan semata-mata tentang jabatan, melainkan tentang kesediaan untuk mendengar, melayani, dan memberikan teladan. Semoga Aidan dan Rizka dapat menjalankan amanah dengan baik serta membawa OSIS menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya siswa-siswa yang berakhlak, berprestasi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam.” Senada dengan itu, Kepala SMAIT Nur Hikmah, Farkhatun, S.H., M.Pd., menegaskan bahwa proses pemilihan ini merupakan pembelajaran nyata tentang kepemimpinan. “Kami ingin siswa memahami bahwa pemimpin yang baik tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu mendengar, bekerja sama, dan mewujudkan gagasan menjadi aksi nyata. OSIS harus menjadi wadah bagi siswa untuk belajar berinisiatif, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi positif bagi sekolah.”

Sementara itu, Ketua OSIS SMAIT Nur Hikmah terpilih, Muhammad Zahid Ibrahim, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh teman-temannya. “Bagi saya, terpilih menjadi ketua OSIS bukan sekadar sebuah kebanggaan, tetapi juga amanah dan tanggung jawab. Saya berharap bersama Nadifah dan seluruh pengurus OSIS, kami dapat menghadirkan program-program yang bermanfaat, menampung aspirasi siswa, serta membangun lingkungan sekolah yang lebih aktif, inspiratif, dan berprestasi. Kami tentu tidak bisa berjalan sendiri, sehingga dukungan dan kolaborasi dari seluruh siswa sangat kami harapkan.” Melalui Pemilos ini, Nur Hikmah menegaskan bahwa pendidikan kepemimpinan tidak cukup hanya diajarkan di ruang kelas. Ia perlu dihidupkan melalui pengalaman nyata, agar para siswa tumbuh menjadi generasi yang berani mengambil peran, bijak dalam menentukan pilihan, dan siap membawa kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.