Nur Hikmah Siapkan Lingkungan Pendidikan yang Membudayakan Bahasa Inggris

CategoriesKB-TKLPISDITSMAITSMPIT

Bekasi — Yayasan Wakaf Nur Hikmah Bekasi terus mematangkan rencana pengembangan lingkungan berbahasa Inggris melalui kolaborasi bersama NEC. Setelah pertemuan perdana yang membahas penguatan mindset sebagai fondasi perubahan, pembahasan berlanjut pada pertemuan kedua yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 09.00–11.45 WIB, bertempat di ruang Kelas 7 Hafsah, lantai 2 Gedung SMPIT Nur Hikmah. Agenda ini menjadi bagian dari langkah persiapan program Pioneer English Environment Class, yakni upaya membangun lingkungan pendidikan yang mendorong penggunaan bahasa Inggris secara lebih alami, konsisten, dan kontekstual dalam aktivitas keseharian.

Manajer Kurikulum Yayasan Wakaf Nur Hikmah Bekasi, Tinah (Tina Afriani, S.E., S.Pd., Gr.), menegaskan bahwa pengembangan bahasa Inggris tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran di dalam kelas. Diperlukan perubahan pendekatan agar bahasa Inggris menjadi bagian dari budaya belajar, komunikasi, dan interaksi di lingkungan sekolah. “Kita ingin bahasa Inggris tidak berhenti sebagai mata pelajaran, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan. Karena itu, pengembangannya harus dirancang secara bertahap, terarah, dan sesuai dengan kesiapan seluruh unsur pendidikan,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Manajer Penjamin Mutu Yayasan Wakaf Nur Hikmah Bekasi, Julaeha, M.Pd., memandang kolaborasi bersama NEC sebagai bagian dari ikhtiar membangun program yang memiliki arah, standar, serta evaluasi yang jelas. Melalui Pioneer English Environment Class, Nur Hikmah berupaya menyiapkan fondasi bagi terciptanya lingkungan berbahasa Inggris yang berkelanjutan, bukan sekadar program sesaat. Penguatan mindset, kesiapan sumber daya manusia, pembiasaan, dan evaluasi akan menjadi bagian penting dalam proses pengembangan agar program ini dapat tumbuh secara terukur dan memberikan dampak nyata bagi kualitas pendidikan di lingkungan Nur Hikmah.

About the author