BEKASI – Upaya membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas perundungan terus dilakukan SMPIT Nur Hikmah Bekasi. Kamis (5/11/2026) pagi, kegiatan Sosialisasi Anti-Bullying digelar di Aula Makkah Lantai 3, mulai pukul 07.15 hingga 08.15 WIB. Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Cegah Bullying, Tebar Akhlakul Karimah” ini menghadirkan Ust. Taufiqurrahman, S.Ag. sebagai pemateri. Para siswa diajak memahami bentuk-bentuk bullying, dampaknya bagi korban, serta pentingnya membangun sikap saling menghargai dan peduli terhadap sesama.

Kepala SMPIT Nur Hikmah Bekasi, Ustadz Hariyanto, S.Pd.Gr., menyampaikan bahwa pencegahan bullying bukan sekadar persoalan tata tertib sekolah, melainkan bagian penting dari pendidikan karakter. “Kami ingin memastikan bahwa sekolah menjadi tempat yang aman bagi setiap anak untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensinya. Tidak boleh ada ruang bagi perilaku merendahkan, menyakiti, atau mengucilkan teman. Akhlakul karimah harus tercermin dalam cara kita memperlakukan orang lain,” ungkapnya.

Salah satu siswa mengaku mendapatkan pemahaman baru bahwa bullying tidak selalu berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga dapat terjadi melalui ucapan, ejekan, maupun tindakan mengucilkan teman. Ia berharap seluruh siswa semakin berani menolak perundungan dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Melalui kegiatan ini, SMPIT Nur Hikmah berharap lahir budaya sekolah yang lebih positif, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Sebab, sekolah yang hebat bukan hanya melahirkan siswa berprestasi, tetapi juga generasi yang mampu menjaga kehormatan dan perasaan sesamanya.

