Skip to content
Ilmu Itu lebih baik dari kekayaan, karena kekayaan itu harus dijaga, sedangkan ilmu itu menjaga kamu.

(Ali Bin Abi Thalib).

Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

(Imam Syafi’i).

Suatu pengetahuan (ilmu) jika tidak manfaat untukmu, maka tidak akan membahayakanmu.

(Umar Bin Khathab).

“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.

(Abu Bakar As Shiddiq RA).

Belajar Bahasa, Menjelajah Sejarah: Siswa SMAIT Nur Hikmah Asah Kepercayaan Diri melalui Tourist Hunting di Kota Tua

By | Published | No Comments

Jakarta — Siswa kelas VII SMAIT Nur Hikmah mengikuti kegiatan Tourist Hunting di kawasan Kota Tua Jakarta, salah satu destinasi bersejarah yang dikenal sebagai daya tarik wisata bagi pengunjung domestik maupun mancanegara. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang membawa siswa keluar dari ruang kelas untuk mempraktikkan kemampuan berbahasa Inggris secara langsung. Dengan berinteraksi bersama wisatawan asing, siswa memperoleh kesempatan untuk melatih keberanian berbicara, meningkatkan keterampilan komunikasi, serta membangun rasa percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris di situasi nyata.

Lebih dari sekadar praktik percakapan, Tourist Hunting dirancang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi interpersonal, memperluas wawasan budaya, dan menumbuhkan sikap terbuka terhadap keberagaman. Siswa belajar memulai percakapan dengan sopan, mengajukan pertanyaan, mendengarkan respons lawan bicara, serta menghargai perbedaan latar belakang dan budaya. Kawasan Kota Tua juga menjadi ruang belajar yang menarik untuk mengenal jejak sejarah sekaligus memahami bagaimana bahasa menjadi jembatan yang menghubungkan manusia dari berbagai negara.

Kepala SMAIT Nur Hikmah, Ustazah Farkhatun, S.H., M.Pd., menyampaikan bahwa pembelajaran bahasa perlu memberikan pengalaman nyata agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Kami ingin anak-anak berani mencoba, tidak takut melakukan kesalahan, dan terus belajar dari setiap interaksi. Kemampuan berbahasa bukan sekadar tentang penguasaan kosakata dan tata bahasa, melainkan juga keberanian berkomunikasi, kesantunan, serta kemampuan menghargai orang lain,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, SMAIT Nur Hikmah berharap siswa tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, berwawasan global, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dalam setiap interaksi.