Skip to content
Ilmu Itu lebih baik dari kekayaan, karena kekayaan itu harus dijaga, sedangkan ilmu itu menjaga kamu.

(Ali Bin Abi Thalib).

Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

(Imam Syafi’i).

Suatu pengetahuan (ilmu) jika tidak manfaat untukmu, maka tidak akan membahayakanmu.

(Umar Bin Khathab).

“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.

(Abu Bakar As Shiddiq RA).

Menjaga Malam Bersama Al-Qur’an: MABIT Takhossus SDIT Nur Hikmah Hadirkan Inspirasi 30 Juz

By | Published | No Comments

Bekasi, 5 September 2026 — Malam yang biasanya menjadi waktu beristirahat berubah menjadi ruang untuk mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. SDIT Nur Hikmah menggelar Malam Bina Iman dan Tahfidz (MABIT) bagi siswa kelas 5 dan 6 Takhossus, program yang secara khusus diarahkan untuk mempercepat dan menguatkan hafalan Al-Qur’an. Kegiatan berlangsung pada 4–5 September 2026, diisi dengan berbagai rangkaian pembinaan seperti setoran hafalan, murajaah, serta qiyamul lail, sehingga para siswa tidak hanya mengejar jumlah hafalan, tetapi juga belajar menikmati proses perjalanan bersama Al-Qur’an.

Menariknya, pada Sabtu, 5 September, kegiatan MABIT sekaligus menjadi momentum pertemuan orang tua siswa Takhossus. Sekolah menghadirkan sosok inspiratif dari keluarga besar Nur Hikmah, Ananda Muadz Muwafiq, siswa SMPIT Nur Hikmah yang telah menggenapkan hafalan 30 juz Al-Qur’an, bersama orang tuanya. Dalam sesi sharing, Muadz berbagi pengalaman tentang perjalanan menghafal Al-Qur’an dan mengajak adik-adiknya untuk terus berusaha, menjaga semangat, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dalam menghafal. Pesan itu menjadi semakin bermakna karena disampaikan oleh seorang anak yang sedang menjalani prosesnya sendiri, didampingi oleh orang tua yang menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.

Kepala SDIT Nur Hikmah, Ustadz Muriyanto, S.H., Gr., menyampaikan bahwa program Takhossus tidak semata-mata mengejar target hafalan, tetapi berupaya menanamkan kecintaan dan kedekatan anak dengan Al-Qur’an. “Kami ingin anak-anak memahami bahwa menghafal Al-Qur’an adalah perjalanan panjang. Ada hari ketika mudah, ada pula hari ketika terasa berat. Yang paling penting adalah terus melangkah, tidak menyerah, dan menjaga niat karena Allah. MABIT ini menjadi salah satu ikhtiar sekolah dan orang tua untuk menghadirkan lingkungan yang mendukung anak-anak dalam perjalanan tersebut,” ungkapnya. Dari malam yang diisi ayat-ayat Allah, qiyamul lail, dan setoran hafalan, diharapkan tumbuh generasi yang bukan hanya kuat hafalannya, tetapi juga kuat hatinya dalam mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an.