Skip to content
Ilmu Itu lebih baik dari kekayaan, karena kekayaan itu harus dijaga, sedangkan ilmu itu menjaga kamu.

(Ali Bin Abi Thalib).

Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

(Imam Syafi’i).

Suatu pengetahuan (ilmu) jika tidak manfaat untukmu, maka tidak akan membahayakanmu.

(Umar Bin Khathab).

“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.

(Abu Bakar As Shiddiq RA).

Mentoring Perdana SMPIT Nur Hikmah Bekasi: Menguatkan Karakter, Menumbuhkan Ukhuwah Sejak Hari Pertama

By | Published | No Comments

SMPIT Nur Hikmah Bekasi kembali menggelar kegiatan mentoring perdana secara berkelompok pada Kamis (29/7) sebagai bagian dari budaya sekolah yang telah berlangsung secara konsisten setiap pekan. Program mentoring yang dilaksanakan bersama guru wali ini menjadi ruang pembinaan karakter, penguatan nilai-nilai keislaman, sekaligus sarana membangun kedekatan antara guru dan peserta didik. Suasana kali ini terasa istimewa dengan bergabungnya siswa-siswi kelas VII yang untuk pertama kalinya mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari keluarga besar SMPIT Nur Hikmah.

Dalam pelaksanaannya, setiap kelompok mentoring berdiskusi, saling mengenal, serta mendapatkan penguatan tentang adab, ibadah, akhlak, dan semangat belajar. Kehangatan interaksi antara guru wali dan peserta didik menciptakan suasana yang penuh kekeluargaan, sehingga para siswa baru dapat beradaptasi dengan lebih nyaman. Mentoring tidak sekadar menjadi agenda rutin setiap Kamis, tetapi telah tumbuh menjadi budaya sekolah yang membentuk karakter, kepedulian, dan spiritualitas peserta didik secara berkelanjutan.

Wakil Kepala Bidang Diniyah SMPIT Nur Hikmah Bekasi, Ustadz Marzuki, S.Pd.I., M.M., menyampaikan bahwa mentoring merupakan salah satu pilar penting dalam pembinaan siswa. “Kami ingin setiap anak memiliki tempat untuk bertumbuh, didampingi, didengar, dan diarahkan. Melalui mentoring, hubungan guru dan siswa tidak berhenti pada proses belajar di kelas, tetapi berkembang menjadi hubungan pembinaan yang penuh keteladanan. Kehadiran siswa kelas VII dalam mentoring perdana ini menjadi awal yang baik untuk menanamkan budaya saling mengingatkan dalam kebaikan, ukhuwah, dan semangat menjadi generasi muslim yang berilmu, berakhlak, serta berdaya saing,” ujarnya.