Skip to content
Ilmu Itu lebih baik dari kekayaan, karena kekayaan itu harus dijaga, sedangkan ilmu itu menjaga kamu.

(Ali Bin Abi Thalib).

Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

(Imam Syafi’i).

Suatu pengetahuan (ilmu) jika tidak manfaat untukmu, maka tidak akan membahayakanmu.

(Umar Bin Khathab).

“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.

(Abu Bakar As Shiddiq RA).

Menjaga Kemurnian Kalam Ilahi: Guru-Guru Al-Qur’an Nur Hikmah Perdalam Tahsin dan Tilawah Bersama UMMI Bekasi

By | Published | No Comments

Bekasi, 24 Juli 2026 – Komitmen Yayasan Wakaf Nur Hikmah Bekasi dalam menjaga kualitas pembelajaran Al-Qur’an kembali diwujudkan melalui kegiatan Pendalaman Tahsin dan Tilawah Guru Al-Qur’an yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Juli 2026, di dua aula SMPIT Nur Hikmah Bekasi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru Al-Qur’an dari KBTK Islam Nur Hikmah, SDIT Nur Hikmah, SMPIT Nur Hikmah, dan SMAIT Nur Hikmah Bekasi, dengan pembinaan langsung dari tim UMMI Daerah Bekasi. Suasana belajar berlangsung penuh semangat, menghadirkan ikhtiar bersama untuk menyatukan kualitas bacaan, memperbaiki makharijul huruf, serta menguatkan kompetensi para pendidik Al-Qur’an.

Bagi Yayasan Wakaf Nur Hikmah, mengajarkan Al-Qur’an bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran, melainkan amanah besar yang menuntut keteladanan dan ketepatan bacaan. Karena itu, peningkatan kapasitas guru Al-Qur’an menjadi agenda yang terus dijaga dari waktu ke waktu. Selama dua hari, para peserta mendapatkan pembinaan intensif mengenai tahsin, tilawah, evaluasi bacaan, serta penyegaran metodologi pembelajaran Al-Qur’an sesuai standar UMMI, sehingga kualitas pengajaran di setiap jenjang dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

Manajer Diniyah Yayasan Wakaf Nur Hikmah Bekasi, Ustadz Muhammad Asrori, S.Pd.I, menegaskan bahwa kualitas guru merupakan fondasi utama dalam melahirkan generasi Qur’ani. “Guru Al-Qur’an adalah penjaga mata rantai kemurnian bacaan Al-Qur’an. Karena itu, mereka tidak boleh berhenti belajar. Semakin tinggi amanah yang dipikul, semakin besar pula kebutuhan untuk terus memperbaiki diri. Melalui pendalaman tahsin dan tilawah ini, kami ingin memastikan bahwa setiap anak yang belajar di Nur Hikmah mendapatkan bimbingan Al-Qur’an dari guru-guru yang terus meningkatkan kualitas bacaan dan pengajarannya. Semoga ikhtiar ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya,” ungkap beliau.

Hal senada disampaikan oleh salah seorang Guru Al-Qur’an SMAIT Nur Hikmah Bekasi. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya menjadi sarana memperbaiki bacaan, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat belajar sebagai seorang pengajar Al-Qur’an. “Kami diingatkan bahwa guru Al-Qur’an juga harus senantiasa menjadi murid. Banyak koreksi, ilmu baru, dan motivasi yang kami dapatkan selama dua hari ini. Insya Allah, apa yang kami pelajari akan kami hadirkan kembali dalam setiap proses pembelajaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh peserta didik,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Wakaf Nur Hikmah Bekasi berharap budaya terus belajar, terus memperbaiki, dan terus menjaga kemuliaan Al-Qur’an semakin mengakar di lingkungan para pendidik. Sebab, kualitas sebuah lembaga pendidikan Islam tidak hanya diukur dari megahnya fasilitas atau banyaknya program, tetapi juga dari kesungguhan para gurunya dalam menjaga amanah sebagai pewaris ilmu Al-Qur’an. Dari ruang-ruang sederhana di dua aula SMPIT Nur Hikmah Bekasi, lahir sebuah ikhtiar besar: membentuk guru-guru yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menanamkan kecintaan terhadap Kalamullah kepada setiap generasi penerus.