Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.
(Imam Syafi’i).
“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.
(Abu Bakar As Shiddiq RA).
By LPI nurhikmah | Published | No Comments
Pada Selasa, 10 Februari 2026, SMPIT Nur Hikmah melaksanakan kegiatan kunjungan belajar ke Museum Tekstil dan Museum Nasional Indonesia di Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas VII–IX sebagai bagian dari program pembelajaran kontekstual yang terintegrasi dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Sejak pagi hari, rombongan siswa dan guru pendamping berangkat dari sekolah dengan penuh antusias, siap mengeksplorasi kekayaan sejarah dan budaya bangsa secara langsung di jantung Ibu Kota.

Kunjungan pertama dilakukan ke Museum Tekstil, di mana siswa mendapatkan pemahaman mendalam tentang sejarah kain nusantara, filosofi batik, serta ragam motif tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya menyimak penjelasan kurator museum, siswa juga mengikuti kegiatan praktik membatik yang menjadi pengalaman belajar langsung yang bermakna. Dengan penuh semangat, mereka mencoba menggoreskan canting di atas kain, merasakan proses kreatif yang selama ini hanya mereka pelajari melalui buku teks.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan ke Museum Nasional Indonesia. Di museum ini, siswa diajak menelusuri jejak peradaban bangsa melalui koleksi artefak prasejarah, benda-benda kerajaan, hingga peninggalan masa kolonial. Kegiatan ini memperkaya pemahaman siswa tentang sejarah nasional, keragaman budaya, dan nilai-nilai kebangsaan yang menjadi fondasi materi IPS dan PKn di sekolah.

Kepala Bidang Kesiswaan SMPIT Nur Hikmah, Ustadzah Robiatul Al Adawiyah, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan pembelajaran yang hidup dan bermakna. “Kami ingin siswa tidak hanya memahami sejarah dan kebangsaan dari buku, tetapi juga melihat, merasakan, dan mengalami langsung. Kunjungan ini adalah bagian dari ikhtiar sekolah untuk membentuk siswa yang berwawasan luas, cinta budaya, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat,” ujarnya.

Guru IPS SMPIT Nur Hikmah, Ustadz Harianto, S.Si., Gr., menambahkan bahwa kegiatan kunjungan edukatif ini sangat relevan dengan kurikulum dan pendekatan pembelajaran mendalam. “Melalui museum, siswa belajar secara kontekstual—mereka mengaitkan konsep sejarah, budaya, dan kewarganegaraan dengan realitas nyata. Praktik membatik juga melatih apresiasi budaya dan keterampilan abad 21 seperti kreativitas dan kolaborasi,” jelasnya. Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari ini ditutup dengan refleksi bersama sebelum rombongan kembali ke sekolah dengan pengalaman belajar yang berkesan dan inspiratif.