Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.
(Imam Syafi’i).
“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.
(Abu Bakar As Shiddiq RA).
By LPI nurhikmah | Published | No Comments
Pelaksanaan supervisi guru di lingkungan Yayasan Wakaf Nur Hikmah Bekasi tahun 2025 berlangsung dengan lancar dan penuh semangat perbaikan. Kegiatan ini diinisiasi langsung oleh Manajer Kurikulum Yayasan, Ustadzah Tinah Afriani, S.Pd., sebagai bagian dari upaya penguatan mutu pembelajaran di seluruh satuan pendidikan. Melalui supervisi ini, yayasan memastikan bahwa standar pembelajaran yang diberikan kepada siswa tetap berada pada kualitas terbaik dan terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

Dalam pernyataannya, Ustadzah Tinah Afriani menyampaikan bahwa supervisi bukan sekadar kegiatan penilaian, tetapi ruang dialog pengembangan profesional guru. “Supervisi adalah proses tumbuh bersama. Ketika guru mendapatkan pendampingan yang tepat, maka kualitas pembelajaran akan meningkat, dan pada akhirnya keberkahan pendidikan itu akan dirasakan oleh siswa, orang tua, dan seluruh lembaga,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Yayasan Wakaf Nur Hikmah berkomitmen menjadikan supervisi sebagai budaya mutu, bukan sekadar agenda tahunan.

Pelaksanaan supervisi dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesiapan masing-masing unit pendidikan. Tingkat SMP-SMA telah menyelesaikan supervisi untuk seluruh guru pada September 2025, menunjukkan kesiapan dan konsistensi dua unit tersebut dalam menjaga mutu pembelajaran. Sementara itu, KB-TK melaksanakan supervisi pada September hingga Oktober, memastikan seluruh guru mendapatkan kesempatan pendampingan secara menyeluruh dan merata.

Untuk tingkat SD, jadwal supervisi ditetapkan pada bulan November, dan prosesnya masih berjalan hingga saat ini. Dinamika pelaksanaan tidak mengurangi esensi kegiatan; justru menunjukkan bahwa setiap unit diberikan ruang berkembang sesuai ritme dan kebutuhan masing-masing. Seluruh proses tetap berada dalam pengawasan tim kurikulum yayasan agar standar supervisi tetap selaras.

Yayasan Wakaf Nur Hikmah Bekasi berharap rangkaian supervisi tahun ini menjadi momentum kebangkitan kualitas pembelajaran di seluruh satuan pendidikan. Dengan semangat kolaborasi, pendampingan, dan ketulusan memperbaiki diri, supervisi tidak hanya melahirkan guru yang lebih siap dan profesional, tetapi juga membuka jalan menuju lembaga pendidikan yang lebih maju dan berdaya saing. “Kita tidak sedang mengejar siapa yang paling sempurna, tetapi sedang bergerak bersama menuju yang lebih baik,” tutup Ustadzah Tinah Afriani.