Skip to content
Ilmu Itu lebih baik dari kekayaan, karena kekayaan itu harus dijaga, sedangkan ilmu itu menjaga kamu.

(Ali Bin Abi Thalib).

Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

(Imam Syafi’i).

Suatu pengetahuan (ilmu) jika tidak manfaat untukmu, maka tidak akan membahayakanmu.

(Umar Bin Khathab).

“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.

(Abu Bakar As Shiddiq RA).

Melangkah Bersama Al-Qur’an: 100 Lebig Orangtua Siswa Ikuti Kelas Tahsin Perdana Nur Hikmah

By | Published | No Comments

Suasana haru dan semangat mewarnai pelaksanaan kelas tahsin perdana bagi orangtua siswa Nur Hikmah yang resmi dimulai pekan ini. Sebanyak kurang lebih 100 orangtua dari seluruh jenjang—TK, SD, SMP, dan SMA—terlibat aktif dalam program ini. Mereka dibagi dalam 8 kelompok belajar dengan masing-masing 12–15 peserta per kelompok, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang mendalam dan menginspirasi.

Program ini menjadi salah satu langkah nyata Nur Hikmah dalam menguatkan sinergi antara sekolah dan keluarga dalam pendidikan berbasis nilai Qur’ani. Tidak hanya mencetak siswa cinta Al-Qur’an, tapi juga membimbing orangtua untuk tumbuh bersama Al-Qur’an, baik dari segi bacaan maupun pemaknaan. Suasana pembelajaran pun terasa hangat namun penuh kesungguhan. Ada yang gugup, ada yang terharu, namun semua melangkah dengan niat yang tulus untuk belajar.

Ustadz Asrori, Manajer Diniyah Yayasan Nur Hikmah, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme para peserta:

“Ini adalah gerakan ruhani. Dengan dimulainya kelas tahsin orangtua, kita sedang menyiapkan rumah-rumah Qur’ani, bukan hanya sekolah Qur’ani. Semoga ke depan, Nur Hikmah tidak hanya menjadi tempat anak belajar, tapi juga tempat orangtua menimba cahaya petunjuk bersama.”

Ustadz Rijal, salah satu guru tahsin, juga membagikan pengalamannya mendampingi kelas:

“Saya benar-benar tersentuh. Banyak dari orangtua yang sudah lama ingin belajar tahsin, tapi tidak tahu harus mulai dari mana. Kini mereka datang dengan kerendahan hati, bahkan beberapa menangis saat menyadari betapa lama mereka melewatkan kesempatan ini. Ini bukan sekadar kelas, ini ladang pahala.”

Salah satu peserta, orangtua siswa kelas 5 SDIT Nur Hikmah, turut menyampaikan kesan mendalamnya:

“Selama ini saya hanya menyuruh anak mengaji, tapi saya sendiri belum bisa membaca Al-Qur’an dengan benar. Kelas ini seperti jawaban dari doa yang lama saya panjatkan. Saya ingin menjadi ibu yang bukan hanya menyuruh, tapi juga menemani dan menjadi teladan.”

Kelas tahsin ini direncanakan akan berjalan secara berkala dengan target peningkatan bacaan sesuai standar ilmu tajwid. Semoga ikhtiar ini membuka jalan menuju rumah-rumah yang lebih bercahaya, dan menguatkan Nur Hikmah sebagai ekosistem pendidikan yang membangun jiwa—bukan hanya akal.