Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.
(Imam Syafi’i).
“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.
(Abu Bakar As Shiddiq RA).
By LPI nurhikmah | Published | No Comments
SMPIT Nur Hikmah kembali menghadirkan inovasi dalam kegiatan pembinaan karakter melalui penyelenggaraan lifeskill pada penutupan program mentoring yang dilaksanakan pada Senin pagi, 17 November 2025. Kegiatan ini menjadi momen khusus bagi siswa untuk tidak hanya menguatkan nilai spiritual, tetapi juga membangun keterampilan praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang menyenangkan, kegiatan lifeskill berhasil menciptakan suasana pembelajaran yang aktif dan kolaboratif.

Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi menjadi dua kelompok utama. Kelompok ikhwan mengikuti praktik memasak roti bakar dan sandwich, mulai dari menyiapkan bahan, mengatur rasa, hingga penyajian. Proses ini membuat para siswa belajar bekerja sama, mengatur waktu, serta berlatih kerapian dan kemandirian. Sementara itu, kelompok akhwat mengembangkan keterampilan memasak seblak, salah satu hidangan favorit remaja. Mereka berlatih meracik bumbu, mengatur tingkat kepedasan, hingga menyajikan hasil masakan dengan tampilan menarik. Suasana penuh canda dan semangat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.

Kegiatan lifeskill ini berada di bawah koordinasi Ustadzah Citra Yulianti, S.Pd.I, selaku tim keagamaan SMPIT Nur Hikmah. Dalam keterangannya, beliau menyampaikan, “Lifeskill bukan hanya tentang memasak, tetapi tentang melatih keberanian anak untuk mencoba hal baru, bertanggung jawab atas prosesnya, dan menghargai hasil kerja mereka sendiri. Kami ingin anak-anak merasakan bahwa kemandirian adalah bagian dari ibadah dan karakter muslim yang kuat.” Penyampaian ini menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai lebih dari sekadar praktik dapur.

Menurut Ustadzah Citra, lifeskill menjadi salah satu program yang disiapkan untuk mengintegrasikan pembinaan karakter, spiritual, dan kecakapan hidup. Beliau menambahkan, “Di era sekarang, anak-anak butuh lebih dari kecerdasan akademik. Mereka perlu keterampilan hidup yang membentuk kedewasaan, empati, dan ketangguhan. Melalui kegiatan sederhana seperti memasak, mereka belajar disiplin, kerjasama, dan rasa syukur.” Hal ini sejalan dengan visi sekolah untuk membangun peserta didik yang berakhlak, cakap, dan berdaya guna.

Penutupan mentoring dengan kegiatan lifeskill ini menjadi momentum yang memperkuat kebersamaan antarsiswa dan pengajar. Selain menghasilkan hidangan lezat, kegiatan ini juga meninggalkan pesan mendalam bahwa kemandirian harus selalu dilatih, bukan hanya diajarkan. Dengan antusiasme yang tinggi dari para siswa, SMPIT Nur Hikmah berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pembinaan yang kreatif, bermanfaat, dan menumbuhkan karakter unggul bagi seluruh peserta didiknya.