SMPIT Nur Hikmah menyelenggarakan kegiatan Khatmul Qur’an pada Kamis, 14 Mei 2026, sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa dengan capaian tilawah yang membanggakan. Tercatat sebanyak 24 siswa menyelesaikan tartil, sementara capaian hafalan tersebar di berbagai juz, di antaranya Juz 30 sebanyak 44 siswa, Juz 29 sebanyak 44 siswa, Juz 1 sebanyak 36 siswa, Juz 2 sebanyak 24 siswa, dan Juz 3 sebanyak 16 siswa. Selain itu, terdapat pula capaian pada Juz 4 (8 siswa), Juz 5 (9 siswa), Juz 6 (11 siswa), Juz 7 (5 siswa), Juz 8 (3 siswa), Juz 9 (5 siswa), Juz 10 (4 siswa), Juz 11 dan 12 masing-masing 2 siswa, serta sejumlah siswa yang telah mencapai hafalan pada juz-juz berikutnya hingga Juz 28.

Kepala SMPIT Nur Hikmah, Hariyanto, S.Pd. Gr., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kesungguhan para siswa dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. Ia menegaskan bahwa kegiatan khatmul Qur’an bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat hubungan dengan kitab suci dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, sekolah berkomitmen menjadikan Al-Qur’an sebagai ruh pendidikan sehingga siswa tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami dan menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman hidup.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Nur Hikmah, M. Anis Baswedan, mengingatkan bahwa keberkahan pendidikan sering kali dimulai dari kedekatan dengan Al-Qur’an. Ia mengapresiasi para guru, orang tua, dan siswa yang telah berjuang bersama membangun budaya Qur’ani di lingkungan sekolah. Ia berharap semangat membaca dan menghafal Al-Qur’an ini terus terjaga, karena dari generasi yang dekat dengan Al-Qur’an akan lahir pribadi-pribadi yang berakhlak kuat dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Momen khatmul Qur’an tahun ini juga terasa istimewa dengan pencapaian salah satu siswa, Muhammad Muadz Muwafiq, yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz. Prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa SMPIT Nur Hikmah bahwa dengan kesungguhan, kedisiplinan, dan doa orang tua serta guru, target besar dapat dicapai. Kegiatan ini pun menjadi pengingat bahwa perjalanan bersama Al-Qur’an bukan sekadar target hafalan, melainkan proses panjang membangun karakter, ketenangan jiwa, dan kedekatan dengan Allah SWT.
