Skip to content
Ilmu Itu lebih baik dari kekayaan, karena kekayaan itu harus dijaga, sedangkan ilmu itu menjaga kamu.

(Ali Bin Abi Thalib).

Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

(Imam Syafi’i).

Suatu pengetahuan (ilmu) jika tidak manfaat untukmu, maka tidak akan membahayakanmu.

(Umar Bin Khathab).

“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.

(Abu Bakar As Shiddiq RA).

Kajian Tarhib Ramadhan Orangtua Siswa: “Andai Ini Adalah Ramadhan Terakhir”

By | Published | No Comments

Bekasi, 7 Februari 2026 — Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Yayasan Wakaf Nur Hikmah Bekasi melalui Manajemen Diniyah menyelenggarakan Kajian Tarhib Ramadhan bagi orangtua siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026, bertempat di Aula Lantai 3 SMPIT Nur Hikmah.

Kajian menghadirkan Ustadz Dr. Faisal Abdul Aziz Arbi, Lc., M.A. sebagai narasumber dengan tema reflektif “Andai Ini Adalah Ramadhan Terakhir.” Tema ini mengajak para orangtua untuk memandang Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi sebagai momentum spiritual yang mungkin menjadi kesempatan terakhir dalam hidup.

Manajer Diniyah Yayasan Wakaf Nur Hikmah Bekasi menyampaikan bahwa kegiatan ini diinisiasi sebagai upaya membangun kesadaran spiritual keluarga, terutama peran orangtua sebagai teladan utama bagi anak-anak.

“Kami ingin orangtua dan sekolah berjalan seiring dalam membentuk kultur Ramadhan yang hidup di rumah. Ramadhan bukan hanya agenda sekolah, tapi agenda peradaban keluarga,” ungkapnya.

Dalam kajiannya, Ustadz Dr. Faisal Abdul Aziz Arbi mengajak jamaah merenungi kefanaan hidup dan hakikat waktu. Beliau menekankan bahwa Ramadhan adalah madrasah ruhani yang bisa jadi tidak terulang bagi sebagian manusia.

“Bayangkan jika ini Ramadhan terakhir kita. Maka setiap sahur, setiap rakaat, setiap doa, akan kita jalani dengan kesungguhan yang berbeda,” tuturnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa puasa adalah ibadah yang langsung dinilai oleh Allah, sehingga kualitas keikhlasan menjadi kunci utama.

Sambutan juga disampaikan oleh perwakilan Komite SMPIT Nur Hikmah, yang mengapresiasi inisiatif sekolah dalam melibatkan orangtua dalam penguatan nilai keislaman.

“Kolaborasi sekolah dan orangtua adalah kunci pendidikan karakter. Kajian seperti ini menguatkan kesadaran bahwa pendidikan ruhani anak dimulai dari rumah,” ujar perwakilan komite.

Para orangtua siswa menyambut kegiatan ini dengan antusias dan penuh refleksi. Salah seorang orangtua menyampaikan bahwa tema kajian membuatnya merenungi kualitas ibadah selama ini dan terdorong untuk menyiapkan Ramadhan secara lebih serius bersama keluarga. Orangtua lainnya menilai kajian ini menumbuhkan kesadaran bahwa Ramadhan adalah momen memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan terbaik bagi keluarga besar Nur Hikmah. Sekolah berharap kajian tarhib ini menjadi awal dari gerakan Ramadhan yang hidup, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah-rumah para siswa.