Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.
(Imam Syafi’i).
“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.
(Abu Bakar As Shiddiq RA).
By LPI nurhikmah | Published | No Comments
Yayasan Wakaf Nur Hikmah menyelenggarakan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ secara serentak di seluruh satuan pendidikan dengan pendekatan yang kontekstual dan sesuai karakter peserta didik. Setiap unit menghadirkan suasana pembelajaran yang bermakna, bukan sekadar seremonial, namun menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai keimanan yang dekat dengan keseharian siswa.

Di unit KTBK, peringatan Isra Mi’raj dikemas melalui story telling menjelang waktu kepulangan. Guru menyampaikan kisah perjalanan agung Rasulullah ﷺ dengan bahasa sederhana, ekspresif, dan penuh imajinasi, sehingga anak-anak dapat menangkap pesan tentang cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Suasana hangat dan penuh keakraban menjadikan momen ini sebagai penutup hari yang berkesan bagi peserta didik usia dini.

Sementara itu, di SDIT Nur Hikmah, kegiatan Isra Mi’raj disampaikan melalui pemaparan yang dibedakan berdasarkan jenjang kelas. Untuk kelas bawah, materi disajikan secara ringan dan visual, menekankan kisah dan keteladanan Rasulullah ﷺ. Adapun kelas atas mendapatkan pemaparan yang lebih mendalam, dengan penekanan pada makna perintah salat serta relevansinya dalam membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Di jenjang SMP dan SMA, peringatan Isra Mi’raj dilaksanakan melalui kegiatan mentoring, baik secara gabungan maupun dalam kelompok kecil. Pola ini memberi ruang dialog dan refleksi yang lebih luas, mendorong siswa untuk memahami nilai spiritual Isra Mi’raj secara personal, serta mengaitkannya dengan tantangan remaja dan proses pencarian jati diri.

Manajer Diniyah Yayasan Wakaf Nur Hikmah, Ustadz Asrori, dalam keterangannya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan hanya momentum mengenang peristiwa besar dalam sejarah Islam, tetapi juga sarana menumbuhkan kesadaran ruhiyah peserta didik. “Kami ingin nilai Isra Mi’raj hidup dalam keseharian anak-anak, terutama dalam menjaga salat dan adab. Karena pendidikan ruhani yang kuat akan menjadi fondasi bagi tumbuhnya karakter yang kokoh,” ungkapnya.