Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.
(Imam Syafi’i).
“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.
(Abu Bakar As Shiddiq RA).
By LPI nurhikmah | Published | No Comments
Setelah rangkaian ujian semester berakhir, SDIT, SMPIT, dan SMAIT Nur Hikmah menggelar kegiatan class meeting sebagai ruang penyegar bagi seluruh siswa. Kegiatan ini menjadi jeda yang bermakna: di satu sisi guru-guru fokus menyelesaikan pengisian rapor dengan penuh ketelitian, di sisi lain para siswa diarahkan pada aktivitas afeksi yang menggembirakan, edukatif, dan sarat nilai kebersamaan.

Suasana sekolah terasa berbeda. Lapangan, koridor, dan ruang-ruang kelas dipenuhi tawa, sorak semangat, serta kreativitas siswa. Beragam lomba digelar. mulai dari olahraga ringan, permainan edukatif, seni, hingga tantangan kekompakan kelas yang semuanya dirancang rapi dan menarik. Kegiatan ini tidak sekadar hiburan, tetapi menjadi wahana menumbuhkan sportivitas, empati, dan kerja sama antarsiswa lintas jenjang.
Ketua OSIS SMPIT Nur Hikmah menyampaikan bahwa class meeting ini memang dirancang sebagai ruang ekspresi siswa. “Kami ingin teman-teman merasa sekolah itu menyenangkan. Lomba-lomba ini kami arsiteki bersama OSIS agar semua bisa terlibat, bukan hanya untuk menang, tapi untuk belajar kebersamaan dan saling menghargai,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keterlibatan aktif OSIS juga menjadi latihan kepemimpinan dan tanggung jawab.

Sementara itu, Kepala SDIT Nur Hikmah menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai pendidikan yang kuat. “Anak-anak SD perlu ruang untuk mengekspresikan perasaan, bergerak, dan berinteraksi setelah ujian. Class meeting ini kami arahkan sebagai pembelajaran afektif membangun karakter, keceriaan, dan kelekatan emosional dengan sekolah,” tuturnya.

Dengan ragam lomba yang kreatif dan atmosfer yang hangat, class meeting Nur Hikmah menjadi penutup semester yang berkesan. Ia bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum menata kembali semangat belajar, mempererat relasi guru dan siswa, serta menegaskan bahwa sekolah adalah ruang tumbuh bukan hanya bagi prestasi akademik, tetapi juga bagi rasa, karakter, dan kebahagiaan bersama.