Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.
(Imam Syafi’i).
“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.
(Abu Bakar As Shiddiq RA).
By LPI nurhikmah | Published | No Comments
BEKASI , Suasana penuh khidmat dan semangat kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW menyelimuti kegiatan Mentoring Kolosal yang digelar secara serentak di satuan pendidikan SMPIT dan SMAIT Nur Hikmah, Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi para peserta didik untuk tidak sekadar mengenal perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menyelami alasan mengapa sosok beliau adalah manusia yang paling layak dicintai, diteladani, dan dijadikan idola sepanjang zaman. Di SMPIT Nur Hikmah, mentoring diisi oleh Ustadz Muhammad Maswa, Lc., sementara di SMAIT Nur Hikmah materi disampaikan oleh Ustadz Ikhfan, S.Pd.Gr.

Dalam paparannya di SMAIT Nur Hikmah, Ustadz Ikhfan mengajak para siswa kembali menengok berbagai peristiwa luar biasa yang mengiringi kelahiran Nabi Muhammad SAW. Berbagai kejadian istimewa tersebut menjadi penanda bahwa telah lahir seorang manusia agung yang kelak membawa cahaya bagi seluruh alam. Ia menutup pembahasan tersebut dengan sebuah perenungan: seluruh kejadian luar biasa itu terjadi semata-mata atas kehendak Allah SWT untuk memuliakan dan menyambut kelahiran Rasulullah SAW. “Jika demikian, maka yang paling awal memuliakan kelahiran Rasulullah adalah Allah SWT sendiri. Maka ketika hari ini kita berkumpul dalam majelis seperti ini, kita pun hadir untuk berbahagia dan bersyukur atas kehadiran sosok agung Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.

Para siswa juga diajak menyelami dahsyatnya cinta Rasulullah SAW kepada umatnya melalui peristiwa Uhud dan Thaif. Rasulullah mengalami luka, dihina, dicaci, bahkan dilempari batu hingga tubuhnya terluka. Namun, semua perlakuan itu tidak dibalas dengan kebencian. Ketika malaikat menawarkan untuk membalas perlakuan mereka, Rasulullah justru memilih mendoakan mereka. Dengan penuh kasih, beliau memohon kepada Allah agar kaumnya diberi ampunan dan hidayah karena mereka belum mengetahui kebenaran. Di titik itulah para peserta diajak memahami bahwa cinta Rasulullah kepada umatnya bukan sekadar kata, melainkan cinta yang tetap hidup bahkan ketika beliau sedang disakiti.

Di akhir mentoring, Ustadz Ikhfan mengajak seluruh peserta untuk mengajukan satu pertanyaan sederhana kepada diri sendiri: bagaimana mungkin kita mengidolakan orang lain melebihi Rasulullah SAW, sementara tidak ada manusia yang lebih mulia, lebih penyayang, lebih sabar, dan lebih baik daripada beliau? Rasulullah SAW bukan sekadar tokoh dalam sejarah. Beliau adalah teladan yang cintanya masih kita rasakan hingga hari ini, melalui perjuangan, doa, dan risalah yang diwariskannya. Mentoring kolosal ini pun menjadi ajakan agar kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak berhenti dalam ungkapan, tetapi tumbuh menjadi usaha untuk mengenal, meneladani, dan mengikuti sunnah beliau.

Kepala Bidang Diniyah SMPIT Nur Hikmah, Ustadz Marzuki, M.Pd., menyampaikan bahwa momentum Maulid Nabi Muhammad SAW harus menjadi ruang untuk memperbarui cinta kepada Rasulullah. “Maulid bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi momentum untuk kembali menghadirkan beliau dalam kehidupan kita. Semakin kita mengenal perjuangan, akhlak, dan cinta beliau kepada umatnya, seharusnya semakin tumbuh pula keinginan kita untuk meneladani beliau. Kami berharap kegiatan mentoring seperti ini dapat menumbuhkan generasi Nur Hikmah yang tidak hanya bangga menyebut dirinya sebagai umat Nabi Muhammad SAW, tetapi juga berusaha membuktikan kecintaannya melalui akhlak, ibadah, dan perilaku sehari-hari.” Melalui Mentoring Kolosal ini, SMPIT dan SMAIT Nur Hikmah kembali meneguhkan satu pesan: ketika dunia menawarkan begitu banyak tokoh untuk dikagumi, umat Islam telah memiliki teladan yang tak pernah tertandingi Rasulullah Muhammad SAW.