Skip to content
Ilmu Itu lebih baik dari kekayaan, karena kekayaan itu harus dijaga, sedangkan ilmu itu menjaga kamu.

(Ali Bin Abi Thalib).

Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

(Imam Syafi’i).

Suatu pengetahuan (ilmu) jika tidak manfaat untukmu, maka tidak akan membahayakanmu.

(Umar Bin Khathab).

“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.

(Abu Bakar As Shiddiq RA).

Angkatan Perdana, Prestasi Istimewa! 51 Persen Siswa SMAIT Nur Hikmah Bekasi Lolos PTN melalui SNBT 2026

By | Published | No Comments

Bekasi — Tahun 2026 menjadi catatan bersejarah bagi SMAIT Nur Hikmah Bekasi. Untuk pertama kalinya sejak berdiri, sekolah ini mengantarkan angkatan perdananya menapaki gerbang perguruan tinggi melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Hasilnya membanggakan. Sebanyak 51 persen siswa berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang mereka cita-citakan. Sebuah capaian yang tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga menjadi tonggak awal perjalanan SMAIT Nur Hikmah dalam melahirkan generasi yang siap bersaing di tingkat nasional.

Keberhasilan ini terasa semakin istimewa karena diraih oleh angkatan pertama yang tumbuh bersama perjalanan sekolah yang juga sedang membangun tradisi dan budaya akademiknya. Para siswa bukan hanya menjadi peserta didik, tetapi juga menjadi pionir yang menorehkan jejak pertama dalam sejarah SMAIT Nur Hikmah. Di tengah berbagai tantangan dan dinamika yang dihadapi sebagai angkatan perdana, mereka berhasil membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Dengan semangat belajar, pendampingan yang intensif, serta dukungan penuh dari keluarga, mereka mampu menembus berbagai kampus unggulan di Indonesia.

Sebaran kampus tujuan siswa menunjukkan kualitas capaian yang membanggakan. Nama-nama besar seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Airlangga (Unair), IPB University, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, hingga berbagai perguruan tinggi negeri favorit lainnya menjadi tujuan studi para lulusan tahun ini. Sementara itu, siswa yang belum lolos melalui jalur SNBT masih terus berjuang melalui seleksi jalur mandiri di berbagai perguruan tinggi. Sekolah optimistis jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi akan terus bertambah seiring berlangsungnya berbagai tahapan seleksi tersebut.

Kepala SMAIT Nur Hikmah Bekasi, Farkhatun, S.H., M.Pd., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah dari perjalanan panjang yang dilalui bersama selama tiga tahun. “Sebagai angkatan perdana, anak-anak ini memiliki tempat yang sangat istimewa dalam sejarah SMAIT Nur Hikmah. Mereka bertumbuh bersama sekolah yang juga sedang bertumbuh. Mereka menjadi saksi sekaligus pelaku dari setiap proses yang kami bangun. Karena itu, keberhasilan ini bukan sekadar angka 51 persen diterima di PTN, melainkan simbol bahwa mimpi besar yang dirintis sejak awal mulai menemukan bentuknya. Kami bersyukur kepada Allah SWT atas pertolongan-Nya dan berterima kasih kepada yayasan, guru, tenaga kependidikan, serta orang tua yang telah membersamai perjuangan ini,” ujarnya.

Salah seorang siswa yang berhasil lolos SNBT mengungkapkan bahwa perjalanan menuju kampus impian terasa seperti rangkaian doa yang perlahan dijawab oleh Allah SWT. “Kami adalah angkatan pertama. Tidak ada kakak kelas yang bisa menjadi contoh karena kami sedang menulis cerita itu sendiri. Tiga tahun di Nur Hikmah mengajarkan bahwa kesuksesan tidak lahir dari hasil instan, tetapi dari kebiasaan baik yang dilakukan terus-menerus, dari nasihat guru yang berulang-ulang, dari doa orang tua yang tak pernah berhenti, dan dari pertolongan Allah yang datang pada waktu terbaik. Saat nama kami dinyatakan lolos, rasanya bukan hanya tentang diri kami sendiri, tetapi tentang semua orang yang telah membersamai perjalanan ini,” tuturnya.

Di balik angka-angka keberhasilan tersebut, ada ribuan jam pembelajaran, ratusan lembar latihan soal, puluhan program pendampingan, dan tak terhitung jumlah doa yang dipanjatkan dalam sujud-sujud panjang. Capaian SNBT 2026 ini menjadi bukti bahwa pendidikan adalah kerja kolektif. Ketika yayasan memberikan arah, sekolah menghadirkan sistem, guru membersamai dengan ketulusan, orang tua menguatkan dari rumah, dan siswa berjuang dengan sungguh-sungguh, maka lahirlah hasil yang melampaui sekadar kelulusan. Angkatan perdana SMAIT Nur Hikmah telah menorehkan sejarah. Mereka adalah generasi pertama yang membuka jalan, dan jejak mereka akan menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas yang akan melanjutkan estafet perjuangan di masa mendatang.

Angkatan pertama telah menyalakan obor. Kini sejarah SMAIT Nur Hikmah Bekasi mulai ditulis, bukan dengan tinta, melainkan dengan mimpi, ikhtiar, dan doa-doa yang menemukan jawabannya.