SMAIT Nur Hikmah menggelar kegiatan Native Speaker Learning Session pada tanggal 5 Mei 2026 di Aula SMAIT Nur Hikmah. Kegiatan ini menghadirkan Mr. Barry Claasen, seorang native speaker asal United Kingdom (UK), dan berada di bawah penanggung jawab Ustadz Ikfan, S.Pd. Acara berlangsung sejak pagi hari dengan rangkaian kegiatan yang dimulai dari English Sharing, Ice Breaking, hingga sesi utama Talk with Native bertema “Speak Like a Native – Daily English Habits & Cultural Exchange.” Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan penuh semangat sesuai dengan rundown yang telah disusun panitia.

Pada sesi utama, para siswa terlihat sangat antusias menyimak pengalaman dan tips langsung dari Mr. Barry. Tidak hanya mendengarkan, para siswa juga aktif berinteraksi menggunakan bahasa Inggris. Beberapa siswa bahkan berhasil menjawab pertanyaan dari Mr. Barry dan mendapatkan voucher jajan sebagai bentuk apresiasi. Suasana aula terasa hidup karena siswa berani mencoba berbicara, berdiskusi, dan menanggapi berbagai pertanyaan dengan penuh percaya diri. Salah satu siswa mengungkapkan kesannya bahwa kegiatan ini membuat mereka lebih berani berbicara dalam bahasa Inggris. Ia mengatakan bahwa selama ini sering merasa takut salah, namun setelah mendengar penjelasan dari Mr. Barry, ia menyadari bahwa keberanian untuk mencoba jauh lebih penting daripada takut melakukan kesalahan.

Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan banyak wawasan tentang bagaimana berbicara seperti penutur asli, yang dimulai dari keberanian untuk mencoba tanpa menunda-nunda. Mr. Barry menekankan bahwa dalam belajar berbicara bahasa Inggris, kesalahan adalah bagian dari proses belajar yang harus diterima. Speaking bukan sekadar soal benar atau salah secara tata bahasa, tetapi tentang bagaimana pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh lawan bicara. Selain itu, siswa juga mendapatkan inspirasi dari perjalanan hidup Mr. Barry yang penuh makna, termasuk kisah hijrahnya dari seorang Kristen hingga akhirnya memeluk Islam. Kegiatan ini pun meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa, yang tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga mendapatkan nilai-nilai kehidupan serta keberanian untuk terus mencoba dan berkembang.
