Skip to content
Ilmu Itu lebih baik dari kekayaan, karena kekayaan itu harus dijaga, sedangkan ilmu itu menjaga kamu.

(Ali Bin Abi Thalib).

Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

(Imam Syafi’i).

Suatu pengetahuan (ilmu) jika tidak manfaat untukmu, maka tidak akan membahayakanmu.

(Umar Bin Khathab).

“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.

(Abu Bakar As Shiddiq RA).

Semarak Ramadhan Nur Hikmah: Pendidikan Iman, Ilmu, dan Amal Nyata

By | Published | No Comments

Dalam rangka menyambut dan menghidupkan bulan suci Ramadhan, Lingkungan Pendidikan Islam Nur Hikmah menggelar program Semarak Ramadhan 2026 yang diinisiasi oleh Manager Diniyah Yayasan Wakaf Nur Hikmah, Ustadz Asrori, S.Pd.I. Program ini dirancang sebagai gerakan spiritual dan edukatif yang melibatkan siswa, guru, orang tua, serta seluruh civitas akademika Nur Hikmah. Sejak awal Ramadhan, suasana sekolah dipenuhi dengan semangat ibadah, pembelajaran Qur’ani, dan kepedulian sosial.

Semarak Ramadhan Nur Hikmah menghadirkan 13 ragam kegiatan yang terstruktur dan terintegrasi, yaitu: (1) Tarhib Ramadhan Orang Tua, (2) Tarhib Ramadhan Siswa dan Guru, (3) Kajian Rutin Selepas Zuhur, (4) Pondok Ramadhan, (5) Mutaba’ah Ramadhan Siswa, (6) Pembelajaran dan Praktik Zakat, (7) Bakti Sosial dan Social Market Day, (8) Lomba-Lomba Keislaman, (9) Buka Puasa Bersama, (10) Itikaf on the Road, (11) Sholat Tarawih Bersama, (12) Pembagian Zakat, dan (13) Halal Bihalal. Seluruh kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan karakter religius, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Ustadz Asrori, S.Pd.I. menegaskan bahwa Semarak Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi sebuah proses pendidikan ruhani yang sistematis. “Ramadhan adalah madrasah kehidupan. Di Nur Hikmah, kami ingin Ramadhan menjadi kurikulum hidup—di mana siswa belajar iman, disiplin ibadah, akhlak, dan kepedulian sosial secara nyata, bukan hanya konsep,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keterlibatan orang tua dan guru menjadi kunci agar ekosistem Ramadhan terasa hidup di sekolah dan rumah.

Berbagai kegiatan edukatif seperti Pondok Ramadhan, mutaba’ah harian, kajian rutin, dan lomba-lomba keislaman menjadi ruang bagi siswa untuk memperdalam pemahaman agama dan mengasah karakter. Sementara itu, kegiatan sosial seperti bakti sosial, social market day, dan pembagian zakat menjadi media pembelajaran empati dan tanggung jawab sosial, selaras dengan visi pendidikan Islam yang menyeluruh.

Semarak Ramadhan di Lingkungan Pendidikan Islam Nur Hikmah diharapkan menjadi momentum pembentukan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berdaya guna bagi umat dan bangsa. Dengan suasana Ramadhan yang hidup dari pagi hingga sore, dari kelas hingga masjid, Nur Hikmah menegaskan komitmennya bahwa pendidikan Islam bukan hanya tentang prestasi akademik, tetapi juga tentang membentuk manusia yang utuh—hamba Allah yang taat dan khalifah yang peduli.