Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.
(Imam Syafi’i).
“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.
(Abu Bakar As Shiddiq RA).
By LPI nurhikmah | Published | No Comments
Bekasi – SMAIT Nur Hikmah Bekasi kembali mencatatkan sejarah baru. Angkatan pertama yang baru saja menyelesaikan pendidikan di jenjang SMA berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan 34 siswa diterima di 23 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di berbagai wilayah Indonesia. Hingga saat ini, jumlah tersebut telah mencapai 81% dari total 42 siswa, dan masih berpotensi bertambah seiring proses seleksi perguruan tinggi yang masih berlangsung. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan SMAIT Nur Hikmah sebagai sekolah Islam terpadu yang terus berkomitmen melahirkan generasi berprestasi, berkarakter, dan siap bersaing di jenjang pendidikan tinggi.

Keberhasilan ini diraih melalui beragam jalur seleksi. Sebanyak 21 siswa diterima melalui jalur SNBT, 14 siswa melalui Jalur Bersama/Mandiri (Ujian Tulis), 3 siswa melalui Jalur Skor SNBT, 2 siswa melalui Jalur Mandiri Rapor, 1 siswa melalui Jalur Tahfizh, dan 1 siswa melalui Jalur Pramuka Garuda. Ragam jalur tersebut menunjukkan bahwa setiap peserta didik memiliki potensi dan keunggulannya masing-masing, sekaligus menjadi bukti bahwa SMAIT Nur Hikmah mampu mengantarkan siswa mencapai cita-cita melalui berbagai kesempatan yang tersedia.
Sebanyak 23 PTN berhasil menjadi tujuan para lulusan angkatan pertama ini, di antaranya Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Brawijaya (UNBRAW), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Politeknik Negeri Bandung (POLBAN), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Jember (UNEJ), Poltekkes Kemenkes Jakarta II, Universitas Sebelas Maret (UNS), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Walisongo Semarang, serta Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED).
Kepala SMAIT Nur Hikmah Bekasi, Ustadzah Farkhatun, S.H., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas capaian bersejarah tersebut. Menurutnya, keberhasilan angkatan pertama bukan sekadar angka statistik, tetapi merupakan hasil dari proses pendidikan yang dibangun dengan penuh kesungguhan sejak sekolah ini berdiri.
“Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah SWT. Prestasi ini adalah buah dari ikhtiar yang panjang, doa yang terus dipanjatkan, serta kolaborasi yang kuat antara siswa, guru, orang tua, dan Yayasan Wakaf Nur Hikmah. Angkatan pertama telah membuktikan bahwa dengan semangat belajar, karakter yang baik, dan tawakal kepada Allah, tidak ada yang mustahil untuk diraih. Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas untuk terus bermimpi besar, berjuang dengan sungguh-sungguh, dan memberikan kontribusi terbaik bagi umat dan bangsa.”
Beliau juga menambahkan bahwa SMAIT Nur Hikmah tidak hanya berorientasi pada keberhasilan peserta didik diterima di perguruan tinggi, tetapi juga menyiapkan mereka menjadi pribadi yang berintegritas, berakhlak mulia, memiliki kepemimpinan, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Prestasi angkatan pertama ini semakin mengukuhkan langkah SMAIT Nur Hikmah Bekasi sebagai sekolah yang terus bertumbuh dengan budaya akademik yang kuat, pembinaan karakter Islami, dan pendampingan yang terarah dalam mempersiapkan masa depan peserta didik. Dengan capaian 34 siswa diterima di 23 PTN dan proses seleksi yang masih berlangsung, keluarga besar SMAIT Nur Hikmah optimistis akan semakin banyak kabar baik yang menyusul.
“Bukti Ikhtiar, Doa, dan Proses yang Menghasilkan Prestasi.” Semoga pencapaian ini menjadi awal dari lahirnya semakin banyak generasi Qurani yang unggul, berilmu, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama.