Suasana berbeda terasa di lingkungan satuan pendidikan KBTK Islam hingga SMAIT Nur Hikmah Bekasi sepanjang Senin–Jumat, 18–22 Mei 2026. Di tengah berlangsungnya Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ), seluruh unit pendidikan justru memanfaatkan momentum tersebut untuk melaksanakan Rapat Kerja (Raker) satuan pendidikan secara intensif dan terarah. Raker ini menjadi ruang konsolidasi besar bagi para pimpinan dan guru untuk mengevaluasi perjalanan program sekolah sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi tantangan pendidikan ke depan. Fokus utama yang dibahas dalam raker tahun ini adalah penguatan pembiasaan bahasa Inggris di lingkungan sekolah serta optimalisasi program-program pendidikan agar lebih terukur, efektif, dan berdampak nyata bagi perkembangan siswa.

Dalam pelaksanaannya, raker tidak hanya menjadi agenda administratif tahunan, tetapi juga forum refleksi untuk memperkuat budaya mutu di lingkungan Nur Hikmah. Berbagai unit pendidikan mulai dari KBTK Islam, SDIT, SMPIT, hingga SMAIT melakukan pemetaan program prioritas yang dinilai mampu menjawab kebutuhan zaman sekaligus menjaga identitas sekolah Islam terpadu yang adaptif dan progresif. Penguatan budaya bahasa Inggris dipandang sebagai langkah penting untuk membangun keberanian komunikasi dan kesiapan global peserta didik sejak dini. Sementara optimalisasi program dilakukan agar sekolah tidak sekadar memiliki banyak kegiatan, tetapi mampu menghadirkan program yang fokus, terukur, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa, guru, maupun orang tua.

Kepala SMAIT Nur Hikmah Bekasi, Ustadzah Farkhatun, S.H., M.Pd., menyampaikan bahwa raker tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pendidikan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Menurutnya, sekolah harus berani melakukan penguatan pada program-program inti yang benar-benar memberikan dampak besar terhadap kualitas lulusan. “Kadang sekolah terlalu sibuk menambah banyak program, padahal tantangan pendidikan hari ini justru membutuhkan fokus, konsistensi, dan budaya yang kuat. Pembiasaan bahasa Inggris dan optimalisasi program terukur adalah bagian dari ikhtiar agar siswa tidak hanya aktif, tetapi juga siap menghadapi masa depan dengan kompetensi dan karakter yang matang,” ujarnya
