Skip to content
Ilmu Itu lebih baik dari kekayaan, karena kekayaan itu harus dijaga, sedangkan ilmu itu menjaga kamu.

(Ali Bin Abi Thalib).

Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

(Imam Syafi’i).

Suatu pengetahuan (ilmu) jika tidak manfaat untukmu, maka tidak akan membahayakanmu.

(Umar Bin Khathab).

“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.

(Abu Bakar As Shiddiq RA).

DUA PELAJAR SMPIT NUR HIKMAH IKUTI ASIA GLOBAL STUDENT SUMMIT 2022

By | Published | No Comments

Selasa, 23 Agustus 2022, dua pelajar SMPIT Nur Hikmah mengikuti Kegiatan Asia Global Student Summit (ASGS) 2022 yang diselenggarakan oleh Studec Academy Jakarta secara daring selama sepekan, mulai hari Senin-Ahad, 15-21 Agustus 2022. Di dalam kegiatan ini mengusung tema “We are the inspiring leaders (Kita adalah pemimpin masa depan yang menginspirasi)” ini mengundang pembicara dari 4 (empat) negara, diantaranya: Malaysia, Singapura, Korea, dan Jepang. berlangsung dengan meriah dengan antusiasme peserta dari berbagai daerah dan wilayah yang tersebar di berbagai negara, salah satunya adalah Youssouf Fofana dari Mali, Afrika.

Dengan empat tujuan utama yaitu Global & Innovation Mindset (Pemikiran Global dan Inovatif), Self-Development Program (Program Pengembangan Diri, Sharpen the Future Career (Mempertajam Karier Masa Depan), dan Multi-cultural Understanding (Pemahaman Lintas Budaya), kegiatan ASGS 2022 ini dibagi menjadi beberapa sesi dalam satu pekan.

Pada hari pertama, acara pembukaan dimulai dengan pemutaran video singkat tentang Gambaran Besar Program ASGS 2022. Kemudian dilanjutkan dengan Conference Session (Sesi Koferensi) yang dipandu oleh Haekal Adha sebagai pembawa acara. Konferensi ini dibagi menjadi 2 (dua) sesi dengan 2 (dua) pembicara yang sangat luar biasa. Pembicara pertama adalah Prof. Roy Darmawan, Penasihat dari Kegiatan ASGS 2022 ini. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa “a good leader is not born, but it is shaped (seorang pemimpin yang baik itu tidak dilahirkan, akan tetapi dibentuk”. Seorang profesor dari Guanxi University for Nationalities ini juga menambahkan bahwa “a good leader must be ready for the future challenges (seorang pemimpin yang baik harus bersiap dengan tantangan-tantangan di masa depan).”

Di sesi kedua, Associate Prof. Betania Kartika, seorang guru besar Lembaga International Institute for Halal Research Training dari International Islamic University of Malaysia (IIUM) menyampaikan materi yang juga tak kalah luar biasa. Dalam presentasinya, seorang lulusan Doktor Qur’an Sunnah dari University of Malaya, Malaysia ini menyampaikan bahwa membangun jaringan dengan orang dari berbagai negara di seluruh dunia adalah suatu kebutuhan di masa depan. Miss Betania sapaan akrabnya juga menyampaikan pentingnya berbagi bahwa dalam kehidupan kita, kita tidak hanya mencari untuk diri kita sendiri, akan tetapi juga untuk orang lain. “Kita butuh komunitas untuk berbagi kegembiraan, berbagi kebaikan, agar sama-sama merasakannya.” imbuhnya.

Seorang profesor yang juga pebisnis tempe yang sukses ini telah melaksanakan pelatihan membuat tempe sebagai salah satu makanan sehat dari Indonesia, di berbagai negara seperti Thailand dan Filipina. Salah satu produk inovasinya adalah tempe vaganza. Perempuan yang mahir dalam berbahasa Arab dan Inggris ini memulai bisnisnya saat sedang menempuh Pendidikan Ushuluddin di International Islamic University Islamabad, Pakistan. Di akhir presentasinya, beliau berpesan kepada peserta, sebagai para calon pemimpin di masa depan, agar bisa menjadi pemimpin yang tangguh yang mampu memanfaatkan kesempatan yang ada di depan mata dan jadilah berbeda, maka kamu akan dikenal.

Pada hari kedua, acara Malaysia Exchange Program yang disampaikan oleh Ardiansa Rachmawan dari Asia E University. Dalam presentasinya, seorang dosen dari Asia E University ini menyampaikan tentang transformasi teknologi yang sangat pesat menjadi tuntutan zaman bahwa aktivitas konvensional harus diganti dengan kebiasan digital, misalnya fintech (teknologi keuangan) dan juga perusahaan-perusahaan yang beralih ke media digital. Di akhir presentasinya, seorang dosen yang akrab disapa Pak Ardian ini memberikan saran kepada peserta yang mengajukan pertanyaan tentang kegundahan memilih sekolah, diantaranya menentukan lembaga pendidikan yang sesuai dengan minat dan bakatnya, menghasilkan sebanyak-banyaknya portofolio sebagai bukti keaktifannya dalam kegiatan dan kompetisi.

Pada hari ketiga, peserta diminta untuk menuliskan pendapatnya tentang hal-hal menarik ketika belajar di luar negeri, pemikiran digital, masalah-masalah yang dihadapi oleh para pengusaha saat maraknya wabah Covid-19 beserta solusinya, hal-hal yang perlu disiapkan saat ingin belajar ke luar negeri, dan tentang pendidikan di masa depan. Dalam kesempatan ini, peserta dilatih untuk berpikir kritis untuk memecahkan masalah-masalah yang ada di sekitar kita dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, peserta juga diberikan kesempatan untuk menggunakan internet untuk mencari informasi dari berbagai sumber dan mengolahnya menjadi informasi yang bermanfaat.

Barakallah, semangat terus pelajar SMPIT Nur Hikmah